Senin, 15 Juni 2026 | 17:31
NEWS

Para Kepala Suku di Papua Tolak KKB: Kalau Saudara Tidak Mungkin Bebi Tabuni Mereka Bunuh

Para Kepala Suku di Papua Tolak KKB: Kalau Saudara Tidak Mungkin Bebi Tabuni Mereka Bunuh
Abelom Kogoya, Kepala Suku di Distrik Ilaga Papua (Dok Istimewa)

ASKARA - Kepala Suku Besar di Kabupaten Puncak, Abelom Kogoya mengutuk kekejian yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). 

Abelom pun dengan lantang menolak keberadaan KKB di Bumi Cendrawasih. Bagi Abelom, KKB bukan bagian masyarakat Papua karena tega membunuh sesama dan menebar ketakutan bagi masyarakat di Papua.

Hal itu disampaikan Abelom Kogoya usai menghadiri pemakaman Bebi Tabuni, anak Kepala Suku di Distrik Ilaga, Abeloni Tabuni yang tewas dibantai KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pada Rabu (2/3/2022). 

Bebi Tabuni tewas bersama tujuh pekerja PT PTT yang memperbaiki Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel di lokasi tersebut. 

"Saya tidak mau lagi mereka datang tembak-tembak tempat saya, kalau mereka berbuat lagi saya minta aparat keamanan langsung amankan mereka dan diproses," kata Abelom yang merupakan Kepala Suku di Kampung Kmak, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak itu, saat pemakaman Bebi Tabuni yang dikutip dari keterangan tertulis Polda Papua, Kamis (10/3).

Abelom sebagai kepala suku menyampaikan permintaan tersebut di hadapan seluruh masyarakat Ilaga yang mendatangi pemakaman Bebi Tabuni.

Menurutnya, pimpinan suku-suku di Kabupaten Puncak telah menolak kehadiran KKB. Kepada masyarakat, Abelom mengimbau agar tidak menerima kelompok separatis jika mereka datang. 

Abelom menegaskan, kelompok separatis yang kini telah dicap sebagai teroris oleh pemerintah itu bukan bagian dari saudara mereka lagi.

"Kalau dianggap saudara tidak mungkin anak ini, Bebi Tabuni mereka bunuh, mereka cuma buat hancur kota ini, mereka bakar, mereka membunuh," ucap dia.

Abelom ingin pembangunan di wilayahnya bisa terlaksana dengan baik, sehingga, kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan.

Diketahui, delapan karyawan PT PTT tewas dibunuh KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pada Rabu (2/3).

Pembantaian tersebut terjadi saat para korban sedang melakukan perbaikan Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel.

Berdasarkan keterangan pihak berwajib, para korban tewas ditembak KKB diketahui berinisial B, R, BN, BT, J, E, S dan PD. Sementara itu terdapat satu korban selamat berinisial NS.

 

Komentar