Kemendag: Minyak Goreng Tidak Langka, Tapi Ada yang Mempermainkan
ASKARA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) membantah adanya kelanggakan minyak goreng.
Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, yang dicari masyarakat adalah minyak goreng murah sesuai dengan ketetapan Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Minyak goreng ini tidak langka, tersedia. Hanya masalahnya yang dituntut masyarakat yang langka yang mana, yang Rp 14.000, Rp 13.000, Rp 11.500," ujarnya dalam sebuah diskusi secara virtual, dikutip Rabu (9/3).
Oke menegaskan minyak goreng yang beredar di pasaran tersedia dan tergolong minyak goreng murah. Namun, kata dia, ada yang mempermainkan sehingga memicu gangguan pasokan.
"Secara prinsip minyak goreng yang beredar ada, minyak goreng yang saat ini sudah dikategorikan minyak goreng murah, tapi ada yang mempermainkan," kata Oke.
Pihaknya, kata Oke, sejak 14 Februari 2022 lalu sudah mendistribusikan minyak goreng murah sebanyak 377 juta liter. Distribusi sudah dilakukan di 34 Provinsi di Tanah Air.
Namun, sistem distribusi dan aliran minyak goreng terhambat lantaran adanya oknum nakal yang menimbun minyak goreng.
"Ini irigasinya nggak lancar, kalau diilustrasikan sebenarnya alirannya untuk desa-desa eh malah ke kota, ada juga yang mungkin aliran distribusinya atau irigasinya dibukanya kecil-kecil ya ini dengan artian bahasa nimbun," kata Oke.
Oke mengatakan, distribusi minyak goreng agar sampai ke tangan masyarakat memiliki banyak proses. Namun, belum sampai ke konsumen akhir, ada oknum yang masuk untuk mempermainkan harga.
Lantaran itu, tambah Oke, pemerintah akan menggelar pasar rakyat langsung dengan minyak goreng curah yang dibanderol Rp 11.500 per liter.
"Ini dulu yang kita prioritaskan supaya bisa mengurangi tekanan di ritel modern sambil membereskan aliran distribusi baik harga ataupun irigasi-irigasinya tadi," pungkasnya.

Komentar