Minggu, 23 Juni 2024 | 05:56
NEWS

Sebut Peran Soeharto Sangat Vital dalam Peristiwa Serangan Umum 1 Maret, Fadli Zon Minta Jokowi Koreksi Keppres

Sebut Peran Soeharto Sangat Vital dalam Peristiwa Serangan Umum 1 Maret, Fadli Zon Minta Jokowi Koreksi Keppres
Fadli Zon (Instagram)

ASKARA - Anggota DPR RI Fadli Zon merespons ihwal Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara yang tak mencantumkan nama Presiden RI Kedua Soeharto.

Keppres itu disebut sebagai pengingat bagi Indonesia tentang Peristiwa Serangan 1 Maret 1949 di Yogyakarta dalam rangka melawan Agresi Militer Belanda.

Fadli Zon mengatakan, peran Soeharto sangat besar dalam peristiwa Serangan 1 Maret 1949.

"Pak Harto orang kepercayaan Jenderal Sudirman. Perannya dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 sangat besar dan vital," tulis Fadli Zon di akun Twitter miliknya, Kamis (3/3). 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut banyak yang lupa terkait peristiwa itu. Saat itu, kata Fadli Zon, Indonesia berada di bawah Pemerintah Darurat RI yang dipimpin oleh Sjafroeddin Prawiranegara.

"Waktu itu negara di tangan Pemerintah Darurat RI (PDRI) di bawah Sjafroeddin Prawiranegara dengan Ibu Kota di Bukittinggi," ujarnya. 

Peristiwa 1 Maret, lanjutnya, merupakan strategi yang menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia masih ada ketika itu. 

Lantaran itu, Fadli Zon meminta agar pemerintah mengoreksi Keppres yang sudah diteken Presiden Jokowi tersebut.

"Keppres itu harus dikoreksi. Setneg harusnya lebih cermat dalam memberi masukan kepada Presiden. Jelas besar sekali peran Pak Harto (Soeharto) sebagai pelaksana Serangan Umum 1 Maret. Meskipun ide dari Sri Sultan HB IX," kata Fadli Zon.

Fadli Zon mengatakan, masa Pemerintahan Darurat RI (PDRI) menempatkan ibu kota di Bukittinggi. Soekarno-Hatta pun ditawan di Menumbing, Bangka. 

"Jadi kekuasaan negara di bawah Mr Sjafroeddin Prawiranegara. Pak Dirman (Jenderal Soedirman) tunduk pada PDRI. Pak Harto adalah orang kepercayaan Pak Dirman," tandasnya.

Komentar