Harapan Kosong
Oleh: Mang Ucup *)
Pada masa yang sulit ini banyak sekali orang yang menggantungkan harapan hidupnya dari orang lain yang posisinya jelas lebih tinggi daripada kita.
Misalnya; mengharapkan dapat pinjaman, dapat pekerjaan, dapat bantuan. Pokoknya 1001 macam harapan yang bisa mengangkat kita ke peringkat yang jauh lebih baik maupun lebih tinggi daripada saat sekarang ini.
Untuk ini kita bersedia menurunkan derajat kita ke tempat yang jauh lebih rendah mulai dari jilat kedudukan sampai jilat pantat.
Namun kunci dari keberhasilannya harapan itu sebenarnya hanya satu saja ialah: Why Me? Kenapa orang tersebut harus bersedia dan mau membantu Anda?
Selama anda tidak bisa memberikan jawaban yang tepat dan dapat masuk di akal, jangan harap Hope Anda akan bisa terkabulkan.
Apakah karena ia orang kaya sehingga wajib sawer uangnya kepada Anda? Apakah karena ia saudara bahkan anak kita sendiri? Apakah karena ia merasa terpanggil menjalankan amanat kasih? Apakah karena ia sahabat kita dari sejak kecil?
Menyedihkan! Tidak satu sen pun orang itu akan bersedia dan mau untuk berbagi dengan Anda. No Why lah!
Kata kasih itu hanya ada di dalam buku dongeng Agama saja, sebab di dalam praktek kehidupan kita sehari-hari tidak ada!
Tidak percaya cobalah renungkan sendiri: Kenapa pembimbing agama harus berbagi kasih dengan Anda? Pada saat anda berada dalam kesulitan
Memang benar dan tepat sekali, bahwa anda tidak pernah lupa membayar 10% cicilan KPR di Surga Indah. Namun sayangnya akte hak milik masih masih belum di lepas karena masih ada ditangan Tuhan.
Jawaban standard yang selalu sama dari semua pembimbing Agama ialah: Nanti akan saya bawakan dalam doa!
Namun yang anda butuhkan bukanlah doa melainkan duit. Perut lapar tidak bisa di isi dengan doa. Tagihan hutang tidak bisa dilunasi dengan doa
Usulan saya jangan sekali-sekali kita mau menurunkan derajat kita hanya demi harapan kosong! Walaupun betapa nista nestapanya keadaan anda pada saat ini pertahankanlah.
Be Your Self, sehingga dengan demikian nilai harga diri Anda dihadapan orang-orang yang anda kasihi nilainya tetap tinggi!
Satu-satunya jaminan yang ada bagi semua harapan ialah kekecewaan! Semakin tinggi harapan seseorang maka semakin dalam pula jatuhnya di dalam kekecewaan.
*) Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar