Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21
NEWS

AHY Heran Ada yang Mengatasnamakan Rakyat untuk Tunda Pemilu 2024

AHY Heran Ada yang Mengatasnamakan Rakyat untuk Tunda Pemilu 2024
Agus Harimurti Yudhoyono (Dok tangkapan layar)

ASKARA - Usulan Pemilu 2024 ditunda satu hingga dua tahun banyak mendapat penolakan. Salah satunya dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurut putra Presiden RI ke-6 itu, penundaan pemilu tak logis dan tak berdasar. Hal itu kata dia, tidak sesuai dengan konstitusi. 

"Menurut saya ini pernyataan yang tidak logis. Apa dasarnya? yang jelas itu tidak sesuai dengan konstitusi kita, bahwa ada masa kepemimpinan yang harus dipatuhi bersama, baik di tingkat nasional, provinsi, sampai dengan kabupaten/kota," ungkap AHY kepada wartawan, Minggu (27/2). 

AHY mengaku heran ada pihak yang ingin menabrak konstitusi dengan usulan penundaan Pemilu 2024. 

AHY mengatakan, partainya secara tegas meminta kepada siapa pun tidak gampang mengusulkan Pemilu dimundurkan.

"Masyarakat yang mana yang didengarkan? yang jelas kita keliling ke 34 provinsi, ratusan kabupaten/kota, yang ada masyarakat justru mengeluh terhadap situasi hari ini yang tidak kunjung membaik, kalaupun ada lambat, prioritas pun tidak jelas, ekonomi juga masih dirasakan sulit oleh masyarakat," kata AHY.

AHY juga mengaku heran dengan pernyataan yang mengatasnamakan rakyat agar Pemilu 2024 diundur lantaran situasi ekonomi di Indonesia pasca pandemi Covid-19. 

Dia menyakini, masyarakat tidak memiliki harapan untuk Pemilu 2024 ditunda dan keinginan itu hanya segelintir pihak yang ingin melanggengkan kekuasaan.

"Mengapa tiba-tiba mengatakan masyarakat ingin diperpanjang, ingin diundur. Saya tidak melihat ada masyarakat yang memiliki harapan itu, yang jelas itu adalah harapan segelintir pihak yang ingin melanggengkan kekuasaannya. Setuju semuanya?" tambah AHY.

Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui ketua umumnya mengusulkan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang ditunda hingga setahun. 

"Saya mengusulkan Pemilu 2024 ditunda satu atau dua tahun," kata Muhaimin Iskandar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2).  

Komentar