Kamis, 04 Juni 2026 | 10:01
NEWS

Hasil Survei: Warga Jakarta Paling Tak Khawatir Tertular Omicron

Hasil Survei: Warga Jakarta Paling Tak Khawatir Tertular Omicron
DKI Jakarta (Dok Media Indonesia)

ASKARA - Lembaga Indikator Politik Indonesia mengungkapkan hasil surveinya terkait penyebaran Covid-19. 

Hasilnya, warga DKI Jakarta paling tidak khawatir dengan penularan Covid-19 varian Omicron. 

Hasil itu didapatkan berdasarkan respons dari masyarakat dengan segmentasi per daerah. Warga Jakarta disebut terbilang santai jika dibandingkan dengan daerah lain.

"Mayoritas merasa cukup atau sangat khawatir tertular Omicron, kecuali warga DKI yang umumnya merasa biasa saja," ungkap Peneliti Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida dalam keterangan pers, dikutip Senin (21/2). 

Hasil survei itu menyebutkan, sebanyak 38,4 persen warga Jakarta mengaku khawatir dengan penularan varian Omicron. 

Lalu, 56 persen merasa biasa saja dan 5,6 persen mengaku tidak khawatir dengan paparan Omicron.

Sementara, warga Sumatra yang khawatir dengan penularan Omicron ada sebanyak 73,2 persen, biasa saja 20,9 persen dan khawatir 4,8 persen. 

Sedangkan, warga Banten yang khawatir atas penularan Omicron sebanyak 55,5 persen, biasa saja 40,6 persen, dan khawatir 0 persen.

Warga Jawa Barat yang khawatir atas penularan Omicron sebanyak 65,7 persen, biasa saja 31,8 persen dan khawatir 2,5 persen. 

Kemudian, warga Jawa Tengah dan DI Yogyakarta yang khawatir dengan penularan Omicron sebanyak 65,7 persen, biasa saja 31,8 persen, dan khawatir 2,5 persen.

Untuk warga Jawa Timur, yang khawatir atas penularan Omicron sebanyak 62,5 persen, biasa saja 28,6 persen dan khawatir 6,1 persen. 

Selanjutnya, warga Bali dan Nusa Tenggara yang khawatir atas penularan Omicron sebanyak 71,1 persen, biasa saja 26,1 persen, dan khawatir 2,8 persen.

Survei dilakukan pada periode 15 Januari hingga 17 Februari 2022 kepada responden warga negara Indonesia yang sudah berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah dan memiliki akses internet lewat smartphone ketika survei dilakukan.

Survei ini dilakukan melalui wawancara acak lewat kuesioner secara online, kepada 626 responden. Adapun margin of error survei ini diperkirakan sekitar 4 persen dan tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen.

Komentar