Senin, 15 Juni 2026 | 21:59
NEWS

BMKG: 95 Persen Wilayah Indonesia Sudah Masuk Musim Hujan

BMKG: 95 Persen Wilayah Indonesia Sudah Masuk Musim Hujan
Ilustrasi hujan (Dok Istimewa)

ASKARA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan berdasarkan zona musim (ZOM) sebanyak 95,61 persen wilayah di Indonesia sudah memasuki musim hujan. 

Pada dasarian I Februari 2022, curah hujan umumnya berada di kriteria rendah sampai menengah (50-150 mm/dasarian) 

"Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 95,61 persen wilayah Indonesia sudah mengalami musim hujan," ujar BMKG dalam keterangan resminya, Sabtu (5/2). 

Disebutkan, musim hujan terjadi di Pulau Sumatera, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, sebagian besar NTB, NTT, Pulau Kalimantan. 

Kemudian, sebagian besar Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, sebagian besar Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan-barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat bagian utara dan Papua.

Umumnya curah hujan pada Dasarian III Januari 2022 berada kriteria Rendah hingga Menengah (10–150 mm/dasarian). 

"Curah hujan Tinggi (150–350 mm/dasarian) terjadi di Bengkulu bagian utara, Sumatera Selatan bagian selatan, sebagian Jawa Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian Maluku, dan sebagian besar Papua," kata BMKG. 

Sementara itu, pada dasarian I Februari 2022 umumnya diprakirakan curah hujan berada di kriteria rendah hingga menengah (50 - 150 mm/dasarian). 

Wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kriteria tinggi (lebih dari 150 mm/dasarian) meliputi Banten bagian barat, Sulawesi Selatan bagian utara dan Papua bagian tengah.

Kemudian, kata BMKG, wilayah yang diprakirakan mengalami hujan kriteria menengah (50 – 150 mm/dasarian) berada di Sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Malut, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

"Dan wilayah yang diprakirakan mengalami hujan kriteria rendah (kurang dari 50 mm/dasarian) berada di Aceh bagian utara, Sebagian kecil Sulawesi dan Papua bagian barat," ungkap BMKG.

Komentar