Rabu, 17 Juni 2026 | 22:31
NEWS

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Semburan Abu Vulkanis Capai 1.500 Meter

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Semburan Abu Vulkanis Capai 1.500 Meter
Gunung Anak Krakatau (Dok Istimewa)

ASKARA - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali terjadi. Kali ini gunung yang berada di Selat Sunda kembali erupsi, Sabtu (5/2). 

Abu vulkanik erupsi menyembur dengan ketinggian 1.500 meter. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, melalui akun Twitter resminya @PVMBG_, menyebutkan erupsi terjadi pukul 05.32 WIB.

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Sabtu, 05 Februari 2022, pukul 05:32 WIB tinggi kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 58 mm dan durasi 282 detik," tulis akun itu.

Disebutkan, kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, sebaran abu mengarah ke Timur Laut. Kemudian ada sinar api teramati setinggi 300 meter.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang meningkat sejak Kamis, 03 Februari 2022 masih berada di Level 2 atau Waspada. Masyarakat dilarang mendekat maupun beraktifitas di radius 2 km.

Sebelumnya diberitakan, Gunung Anak Krakatau tercatat mengakami erupsi sebanyak 9 kali. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Badan Geologi mencatat, tinggi erupsi Gunung Anak Krakatau berkisar 800-1.000 meter.

"Pada 4 Februari 2022 teramati letusan sebanyak 9 kali yaitu pada pukul 09.43, 10.25, 10.28, 12.46, 13.00, 13.31, 13.41, 14.46 dan 17.07 WIB," kata Kepala PVMBG Andiani melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (5/2).

Dikatakan Andini, dari pemantauan visual, erupsi yang terjadi merupakan tipe magmatik. Erupsi itu terjadi seiring dengan terekamnya kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Pemantauan visual mengindikasikan bahwa erupsi yang terjadi merupakan tipe magmatik, sejalan dengan kegempaan vulkanik yang terekam," ujarnya.

Dijelaskan Andini, kegempaan Gunung Anak Krakatau selama 16 Januari-4 Februari 2022 ditandai dengan terekamnya gempa-gempa vulkanik dan gempa permukaan yang mengindikasi adanya intrusi magma dari bawah ke permukaan secara bertahap.

Komentar