Senin, 15 Juni 2026 | 19:02
NEWS

Hindari Perang Antarsuku, 'Kang Mus Preman Pensiun' Cari Guru Bahasa Sunda untuk Arteria Dahlan

Hindari Perang Antarsuku, 'Kang Mus Preman Pensiun' Cari Guru Bahasa Sunda untuk Arteria Dahlan
Epy Kusnandar (Dok tangkapan layar video Instagram)

ASKARA - Epy Kusnandar, pemeran Kang Mus dalam sinetron Preman Pensiun mengunggah sebuah video terait permintaan Arteria Dahlan memecat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbahasa Sunda dalam rapat dengan Jaksa Agung, Senin lalu (17/1).

"Mencari guru bahasa Sunda untuk memberi pelajaran pada Pak Arteria Dahlan," kata Kang Mus, dalam cuplikan video yang diunggah dan viral di media sosial, dikutip Kamis (20/1).

Dalam video itu, Kang Mus terlihat sedang menelepon seseorang di dalam mobil yang sedang melaju. Mengenakan topi, dia mengatakan kepada lawan bicaranya di ujung telepon untuk mencarikan guru bahasa Sunda untuk Arteria Dahlan.

"Untuk menghindari perang antarsuku dan bikin malu bangsa Indonesia, tolong carikan guru bahasa Sunda, suruh Pak Arteria Dahlan itu les bahasa Sunda," ujarnya. 

Menurut Kang Mus, Arteria Dahlan memerlukan guru bahasa Sunda sehingga sang politikus tersebut bisa memahami bahasa itu.

"Dari dasar supaya dia tidak takut orang ngomong bahasa Sunda daripada seluruh orang Sunda ngomong bahasa Sunda, maki-maki pakai bahasa Sunda yang tidak dimengerti Pak Arteria Dahlan" ucapnya.

"Ada yang mau nyantet, teluh, mendingan supaya ketakutannya hilang dan menjadi lemah lembut, someah, tidak arogan, sudah cari saja guru bahasa Sunda ya. Ibu Sopiah ada tuh guru SD saya. Oke," tandasnya.

Sementara, Arteria Dahlan mempersilakan masyarakat melaporkannya ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) jika tidak terima dengan protesnya kepada Jaksa Agung terkait Kajati Jawa Barat yang bertutur pakai bahasa Sunda dalam sebuah rapat. 

Dikatakan Arteria, Indonesia adalah negara demokrasi. Pihak-pihak yang tak berkenan dengan pernyataannya bisa menempuh mekanisme yang berlaku.

"Kalau saya salah kan jelas, mekanismenya ada MKD, apakah pernyataan salah. Kita ini demokrasi, silakan kalau kurang berkenan dengan pernyataan saya, silakan saja," ungkap Arteria kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/1).

Melalui MKD, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP itu mengaku juga bisa membuktikan apakah bersalah atau tidak terkait pernyataan jaksa pakai bahasa Sunda.

Walaupun demikian, Arteria mengklaim pernyataannya itu tak bermaksud mendiskreditkan bahasa Sunda. Ia mengaku ingin memastikan tak ada Sunda Empire di kejaksaan.

"Bahwa mereka terpilih karena punya kompetensi, integritas, kapasitas, dan kapabilitas sebagai pemilik-pemilik atau pemegang-pemegang jabatan strategis di kejaksaan," kata dia.

Komentar