Kerusuhan Berdarah di Kazakhstan, Dubes Fadjroel Minta WNI Waspada dan Tidak Berkomentar
ASKARA - Kerusuhan berdarah pecah di wilayah Kazakhstan, sejak Kamis kemarin(6/1).
Pihak Kedutaan Besar (Kedubes) RI Nur-Sultan mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak keluar rumah jika tidak ada hal darurat.
Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, Fadjroel Rachman menjelaskan, 140 orang WNI yang ada di Kazakshtan dan tiga di Tajikistan dilaporkan dalam kondisi aman.
"Pertama, selalu waspada dan hati-hati. Kedua, jauhi kerumunan. Ketiga, tidak bepergian keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang penting," imbau Fadjroel, dalam siaran pers, Jumat (7/1).
Fadjroel juga mengimbau WNI mematuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah setempat serta menjaga ketertiban serta tidak ikut aksi-aksi massa yang dilakukan di wilayah masing-masing.
Mantan Juru Bicara Presiden Joko Widodo itu meminta WNI tak berkomentar terhadap perkembangan situasi dalam negeri di Kazakhstan.
"Tidak memberikan komentar yang bersifat publik terhadap perkembangan situasi dalam negeri Kazakhstan,” ungkapnya.
Para WNI juga diminta aktif berkomunikasi dengan sesama di wilayahnya masing-masing. Antara lain, dapat juga membuka komunikasi dengan KBRI melalui grup WhatsApp WNI maupun jalur komunikasi lainnya guna mengupdate informasi masing-masing.
Dikatakan Fadjroel, hotline KBRI akan aktif selama 24 jam.
Fadjroel memaparkan, Presiden Kazakshtan pada 4 Januari 2022 menerbitkan dekrit presiden yang menyatakan negara dalam kondisi darurat.
Kondisi tersebut mulai berlaku sejak 5 hingga 19 Januari 2022 atau selama dua pekan. Dalam kondisi ini diberlakukan pula jam malam.
Presiden Kazakshtan sudah menerima pengunduruan diri perdana menterinya dan menunjuk deputi I PM untuk menjadi PM ad interim sampai dibentuknya kabinet baru.

Komentar