Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:05
NEWS

Pemerintah Rencanakan Penyuntikan Setengah Dosis Vaksin untuk Booster

Pemerintah Rencanakan Penyuntikan Setengah Dosis Vaksin untuk Booster
Ilustrasi vaksinasi (Dok Pixabay)

ASKARA - Pemerintah merencanakan menyuntikkan setengah dosis (half dose) vaksin untuk vaksinasi lanjutan atau booster Covid-19.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, rencana tersebut muncul menyusul izin penerapan setengah dosis yang dikeluarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Namun, suntikan setengah dosis hanya berlaku untuk vaksin bermerek Moderna dan Pfizer. Pasalnya, kedua merek vaksin itu diyakini mengandung dosis yang lebih keras.

"CDC dan FDA Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan Moderna boosternya 'half dose' karena memang dia ada isu kerasnya Moderna atau efek KIPI-nya," ungkap Menkes Budi dalam keterangannya di Channel Youtube Sekretariat Presiden dikutip Selasa (4/1).

Dikatakan Budi, saat ini Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) sedang melakukan riset terkait hal ini. 

"Mudah-mudahan bisa selesai di tanggal 10 Januari," harapnya.

Jika hasil ITAGI menunjukkan kemanjuran setengah dosis dan dosis utuh tak ada bedanya, maka Indonesia akan menerapkan setengah dosis.

Terlebih, Indonesia bisa mengamankan target booster dengan stok vaksinasi yang tersedia. 

Budi menyebut Indonesia membutuhkan 230 juta dosis untuk booster. Namun, sampai saat ini, Indonesia baru mengantongi sekitar 113 juta dosis.

"Tapi ini masih dalam diskusi nanti hasilnya akan keluar setelah laporan dari tim profesor profesor dari ITAGI menyampaikan hasilnya 10 Januari," kata dia.

Sebelumnya, penyuntikan dosis ketiga atau booster ditargetkan mulai diberikan pada 12 Januari 2022 sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan, program booster terlebih dahulu akan menyasar golongan warga lanjut usia (lansia) dan kelompok rentan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang akan diberikan secara gratis. 

Kemudian program booster akan dilanjutkan pada masyarakat umum non-PBI dengan skema berbayar.

"Pemerintah berharap di Januari nanti tanggal 12 akan dimulai vaksinasi booster," ungkap Airlangga, saat mengunjungi sentra vaksinasi anak di SDN Kemanggisan 05 Pagi, Jakarta Barat, Jumat (31/12).

Dikatakan Airlangga, program booster vaksin Covid-19 ini bakal menggunakan dua skema. Yaitu pemberian vaksin homologous alias dosis vaksin 1-3 menggunakan platform dan merek yang sama.

Sementara, pemberian lainnya menggunakan cara heterologous alias pemberian vaksin dosis ketiga berbeda dengan pemberian vaksin dosis 1 dan 2.

Komentar