Johan Budi Sebut Terlalu Banyak yang Bicara Mewakili Jokowi
ASKARA - Anggota DPR RI, Johan Budi mengatakan, saat ini terlalu banyak pihak yang berbicara mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Seharusnya, kata Johan, tugas jubir hanya dibebankan kepada tiga pejabat yakni Seskab (Sekretaris Kabinet Pramono Anung), Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara Pratikno) dan KSP (Kepala Staf Presiden Moeldoko).
"Bukan anak buahnya ketiga ini sering (bicara) mewakili Pak Jokowi," ujar Johan Budi, di Kompleks Parlemen, Senin (6/12).
Sorotan khusus disampaikan Johan Budi kepada staf khusus (stasus), tenaga ahli, dan deputi yang kerap bersuara mewakili Jokowi. Kondisi ini, kata dia, harus dibenahi agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak simpang siur.
"Poin saya jangan semua ngomong. Iya kalau sama, kalau enggak sama, apa yang terjadi? Publik bingung," tutur mantan Jubir Jokowi itu.
Johan Budi menjelaskan, jubir presiden dan pemerintah tidak sama. Jubir presiden memiliki tugas untuk menginformasikan seputar kegiatan pribadi presiden, salah satunya terkait agenda kunjung kerja.
"Tapi kalau kebijakan pemerintah bisa siapa saja ngomong mewakili pemerintah," jelasnya.
Sebelumnya, posisi jubir Presiden Jokowi diduduki Fadjroel Rachman sejak 21 Oktober 2019. KIni Fadjroel Rachman ditunjuk Jokowi sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (dubes LBPP) untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan per 25 Oktober 2021 lalu.

Komentar