Hillary Brigitta Lasut Minta Dikawal Kopassus dan Kostrad, Nggak Ada yang Melindungi di Rumah
ASKARA - Anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut meminta bantuan pengamanan kepada TNI.
Permintaan tersebut disampaikan langsung Hillary kepada Kepala Staf TNI AD, Jenderal Dudung Abdurachman.
Hillary pun mengakui jika dirinya meminta pengamanan TNI AD, khususnya Kopassus dan Kostrad.
"Banyak yang bertanya soal apakah benar saya meminta ajudan atau bantuan pengamanan dari TNI. Benar, saya menyurat ke KSAD untuk memohon bantuan pengamanan sesuai dengan Permen No 85 Tahun 2014," ungkap Hillary di akun Instagramnya, dikutip Kamis (2/12).
Hillary yang merupakan Anggota DPR RI termuda itu mengaku sudah lama mempertimbangkan bantuan pengamanan TNI karena secara fisik dan mental selalu siap untuk keadaan darurat.
Menurut perempuan kelahiran 22 Mei 1996 itu, dia terlalu sering merepotkan Kapolri kalau memintanya kepada kepolisian.
"Terkait banyaknya kasus masyarakat kecil di Sulut yang saya kawal, saya merasa lebih nyaman kali ini meminta bantuan TNI," imbuhnya.
Politikus Partai NasDem ini membeberkan alasan meminta bantuan TNI untuk pengamanan. Dia berbicara dunia politik yang misterius hingga tugas-tugas ke luar.
"Kalau ditanya kenapa, jujur saja saya harus mengakui, cukup tidak mudah untuk menjadi seorang perempuan berusia 20-an dan belum menikah, khususnya di dunia politik yang dinamis dan tidak tertebak," kata Hillary.
"Keharusan untuk tugas luar, bertemu banyak orang, dan bertemu masyarakat sampai larut malam, serta mengutarakan pendapat dan suara rakyat yang terkadang berbeda haluan dengan kepentingan sebagian golongan kuat membuat ancaman dan rasa khawatir tidak terelakkan," lanjutnya.
Hillary mengaku tinggal sendiri di Ibu Kota dengan bibi dan adik-adiknya yang semua masih kecil. Selain itu, ayahnya bertugas di daerah perbatasan yang membuat dirinya mempertimbangkan pengamanan.
"Tidak ada yang kuat secara fisik di rumah, adik laki-laki saya yang paling besar baru lulus SMP, yang paling kecil baru 3 tahun," ucap Hillary.
Anggota Komisi I DPR itu menyebut dirinya berkewajiban menjaga adik-adiknya selepas kepergian almarhum ibunda. Ini membuatnya bertekad membuka diri meminta bantuan pengamanan, khususnya karena dia mengaku sering berselisih paham dengan banyak pihak ketika membela masyarakat Sulut.

Komentar