Anggaran Sumur Resapan yang Diminta Pemprov DKI Rp300 Miliar Dipangkas
ASKARA - Anggaran untuk program sumur resapan di DKI JAKARTA dipangkas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta 2022.
Hal itu diungkapkan Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana. Menurut Justin, awalnya anggaran yang diminta untuk program sumur resapan tersebut berjumlah sekitar Rp300-an miliar.
"Menjadi Rp122 miliar dari dimintakan Rp300-an miliar. Rp122 miliar juga sudah jauh kami turunkan, dibanding anggaran sumur resapan di APBD 2021 sebesar Rp400 miliar dan pengajuan untuk 2022 senilai Rp360 miliar," kata Justin, dikutip Rabu (1/12).
Dijelaskan Justin, pengecilan anggaran tersebut bertujuan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lebih mengedepankan kualitas sumur resapan.
"Pengecilan anggaran ini agar yang dikejar bukan kuantitas sumur, tetapi kualitas dalam rangka memastikan ketepatan lokasi dan kebermanfaatan setiap sumurnya," ujar Justin.
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menambahkan pembangunan sumur resapan juga tidak seharusnya dilakukan di atas trotoar.
"Melainkan di areal pemukiman padat dengan kontur tanah cekungan dan sulit dibuatkan saluran karena kepadatan bangunan yang carut-marut," ujar Justin. (jpnn)

Komentar