Kamis, 23 Juli 2026 | 13:44
NEWS

Sambangi Uskup Agung Jakarta, Muhaimin Iskandar Sampaikan Keinginan Ketemu Paus Fransiskus

Sambangi Uskup Agung Jakarta, Muhaimin Iskandar Sampaikan Keinginan Ketemu Paus Fransiskus
Muhaimin Iskandar dan Mgr Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo (Dok PKB)

ASKARA - Sejumlah isu kebangsaan dibahas Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar dengan Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta, Mgr Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo.

Pertemuan keduanya digelar di kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Senin (29/11). 

"Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Kardinal yang telah memberikan waktu untuk bisa bersilaturahmi. Sudah lama sebetulnya kami ingin bersilaturahmi tapi karena pandemi tertunda-tunda," kata Muhaimin, dalam keterangan tertulis, Selasa (30/11). 

Menurut Mihaimin, ada tiga hal yang menjadi tujuan kedatangannya. Pertama, mengundang Kardinal Suharyo beserta jajaran KWI untuk menghadiri undangan Refleksi Menyambut Natal dan Tahun Baru Nasional yang akan digelar PKB pada 21 Desember mendatang.

Kedua, Muhaimin hadir di KWI untuk mendiskusikan ragam isu kebangsaan, salah satunya terkait kekerasan di Papua. Dia secara khusus meminta saran dari Kardinal Suharyo untuk bersama-sama mencari solusi terbaik bagi kedamaian dan kebaikan Papua.

"Kami sudah ke sana (Papua), peran KWI sangat penting untuk memajukan Papua sekaligus membawa Papua yang damai dan sejahtera. Ujian demi ujian yang telah menimpa kita sebagai suatu bangsa yang semakin mematangkan kita sebagai kekuatan yang saya yakin dan optimis persatuan dan kesatuan kita semakin natural, fungsional, mengakar dan tidak mudah tergoyahkan," terang Muhaimin.

Ketiga, Muhaimin menyampaikan salam hangat dan keinginannya bertemu secara langsung dengan Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus di Vatikan.

"Kita ingin bisa bertemu secara langsung. Tentu ini bagian dari harapan kami ingin menjadi bagian dari langkah-langkah mewujudkan kedamaian dan keadilan bagi sistem dunia, khususnya di Indonesia," ungkap Muhaimin.

Kardinal Suharyo menyambut baik kedatangan Muhaimin dan mengapresiasi inisiatif Gus Muhaimin mengadakan Refleksi Natal dan Tahun Baru. 

Menurutnya, inisiatif tersebut adalah wujud dari toleransi dan upaya menimba kebijakan, pesan, dan khidmat dari berbagai agama di Indonesia.

"Saya kira PKB tidak hanya akan menyambut Natal dengan refleksi, tetapi juga agama-agama lain pasti juga akan mendapat kesempatannya," sebut Kardinal Suharyo.

Menanggapi persoalan di Papua, Kardinal Suharyo menyatakan membangun dan merawat semangat cinta Tanah Air adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

"Sikap gereja Katolik yang resmi terhadap masalah Papua itu sangat jelas, yaitu mendukung sikap pemerintah, karena dijamin undang-undang internasional," tegas Kardinal Suharyo.

Komentar