Sabtu, 15 Juni 2024 | 20:15
OPINI

Pertarungan di MK Bakal Mendidih!

Pertarungan di MK Bakal Mendidih!
Pasangan capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar resmi mengajukan gugatan hasil Pilpres 2024 ke MK (int)

Oleh: Faizal Assegaf, Kritikus

ASKARA - Hampir dapat dipastikan kubu Anies dan Ganjar berjuang di Mahkamah Konstitusi untuk membidik dinasti Jokowi. Bocoran ihwal itu menjadi perbincangan serius.

Menariknya, pelan-pelan Prabowo terkesan bermain mata dengan kelompok oposisi. Alasannya, kedua pihak pernah dua kali dicurangi di Pilpres 2014 dan 2019. Dan di Pilpres 2024, Prabowo terpaksa menjebak Jokowi.

Tak heran, ketika kubu Prabowo agresif mendorong kubu 01 dan 03 menggugat hasil Pilpres di MK, seolah menggiring bola panas bagi Gibran. Sebagian pihak berpendapat demikian, walau masih sebatas spekulasi.

Terlepas dari sisi paling sensitif tersebut, bila sidang di MK digelar: Jokowi, Gibran, Iriana, Kaesang dan Paman Usman, diprediksi akan menjadi sasaran. Jokowi dan keluarga intinya berada dalam tekanan aneka tuntutan.

Sederetan kebijakan yang diduga sebagai instrumen politik, bakal dibongkar. Jelas memberi kekhawatiran bagi Jokowi dan berpotensi mendiskualifikasi Gibran. Isu panas itu semakin kencang dan mengerucut.

Terlebih pasca pengumuman hasil Pilpres di KPU, secara cepat Nasdem, PKS dan PKB beri sinyal kuat mendukung Prabowo. Tapi di balik panggung, penolakan atas posisi Gibran sebagai Wapres terus dihembuskan.

Alur politik tampaknya sedang berproses pada strategis rekonsiliasi. Tapi hal bisa terwujut bila Prabowo punya sikap tegas tidak berada dalam bayang-bayang Jokowi. Pesan tersirat: Semuanya sadar tersandera politik cawe-cawe Jokowi.

Penolakan di internal Golkar atas manuver Jokowi yang ingin mengambil alih partai tersebut, setidaknya memberi gambaran perlawanan. Seolah Golkar dan bahkan PAN dan Demokrat mulai menyusun jarak dari dinasti politik Jokowi.

Asbab yang juga tak beda dengan kubu oposisi, di mana para demonstran nyaris tidak menyerang Prabowo. Tapi hampir disemua arena aksi massa, Jokowi dan Gibran menjadi fokus kemarahan rakyat.

Situasi ini mirip dengan transisi pemerintahan di awal terjadi reformasi 1998. Rakyat marah pada Presiden Soeharto dan melengserkannya. Habibie dilantik sebagai Presiden tanpa pendamping Wakil Presiden.

Bisa jadi hanya Prabowo yang dilantik, Gibran tersingkir sebab dianggap sebagai anak haram konstitusi. Artinya, semua pihak yang dicurangi oleh kejahatan politik dinasti menemukan jalan tengah. Arah itu tergantung dinamika.

Komentar