Kamis, 18 Juni 2026 | 04:57
OPINI

Kata Kasihan Adalah Kata Yang Munafik

Kata Kasihan Adalah Kata Yang Munafik
Ilustrasi

Oleh: Mang Ucup *)

Orang bisa hidup karena ada jiwa dan raga, namun ada satu faktor lagi yang menurut Mang Ucup cukup penting sebagai pendorong dari kehidupan itu sendiri ialah semangat hidup!

Tanpa semangat hidup, maka kehidupan ini hanya menjadi satu kesia-siaan saja, seperti mobil tanpa mesin!

Dalam usia 80 tahun semangat hidup saya masih tetap mengebu-ngebu dan bergelora seperti juga kawah gunung yang mau meletus.

Pada umumnya para lansia sudah mempersiapkan diri untuk masa senja yang tenang, tentram dan bahagia sambil menikmati masa tua.

Namun harus diakui untuk sebagian besar lansia, dimana seharusnya mereka bisa hidup dengan tenang dan tentram, mereka harus tetap saja berjuang agar bisa menutupi biaya kehidupan mereka sehari-hari.

Sewaktu muda kita dengan mudah kita bisa mendapatkan pekerjaan, namun setelah umur kepala lima perusahaan mana lagi yang masih mau dan bisa menerima kita. Hal seperti ini membuat semangat hidup kita menjadi redup.                                                                                 

Namun mau atau tidak The Show Must Go On, karena kehidupan itu berjalan terus dari hari ke hari seperti juga perut yang harus diisi setiap hari.

Walaupun sudah usia senja sekalipun; kita masih tetap harus bertarung dan terus menerus, sebelum Ronde ke 15 (mati), jangan harap Anda akan bisa turun dari Ring.

Anda boleh mengeluh bahwa anda sudah capek dan sudah tidak kuat lagi, ataupun mengeluh karena sudah sakit. Namun jawablah dengan jujur who care? Jangankan orang lain sanak kekuarga sendiri saja cuek bebek !

Kata belas kasihan itu adalah perkataan yang paling munafik tiada keduanya, maklum perut tidak bisa di isi oleh kata kasihan !

Kata tersebut hanya sebagai pemanis bibir atau lip service saja untuk menyatakaan bela sungkawa kita, namun sebelumnya ludah kering juga sudah poho deui (lupa lagi).

Dengan ungkapan kata kasihan, mereka mengharapkan bisa mengurangi rasa guilty feeling kita, karena tidak mau bantu! Mang Ucup jauh lebih menghargai orang yang tanpa ngomong, namun membantu secara nyata.

Percayalah, bantuan walaupun betapa kecilnya sekalipun akan bisa membangkitkan semangat hidup seseorang, tidak percaya please do it !

*) Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar