Soal Kebijakan Covid-19 Berubah-Ubah, Luhut Pandjaitan: Yang Tak Konsisten Penyakitnya
ASKARA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kebijakan pemerintah berubah-ubah sebagai bentuk adaptasi keadaan terbaru dari hari ke hari.
Luhut pun mengaku gusar dengan anggapan bahwa pemerintah tidak konsisten dan sering berubah-ubah dalam membuat kebijakan.
Pria yang menjabat sebagai Koordinator PPKM Jawa-Bali meminta masyarakat yakin dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.
"Jangan ada pikiran kita tidak konsisten. Taktik kita bermuara pada perilaku Covid ini. Kita sangat hati-hati. Pengalaman kita cukup, kami confidence, kami jernih lihat ini. Kami sangat konsisten. Yang tidak konsisten penyakitnya," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (8/11).
Dikatakan Luhut, virus corona kerap kali bermutasi dengan kemunculan varian-varian baru yang memiliki perbedaan dibanding varian sebelumnya. Termasuk varian Delta yang baru yakni AY.4.2.
Atas dasar itu lah, kata dia, pemerintah membuat kebijakan sesuai dengan kondisi terbaru berdasarkan yang terjadi di dunia atau negara lain.
"Sekarang sudah ada dari Inggris masuk Malaysia varian Delta AY.4.2 ini menurut saya harus kita waspadai," jelas Luhut.
Sementara, terkait kebijakan karantina bagi pendatang dari luar negeri yang sebelumnya lima hari menjadi tiga hari menurut Luhut sudah disesuaikan.
Kebijakan itu, tambah dia, bisa berubah lagi jika memang diperlukan. Semuanya tergantung dari kondisi terbaru.
"Bukan tidak mungkin karantina orang dari luar naik jadi tujuh hari, tidak tertutup kemungkinan," pungkasnya.

Komentar