Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:08
NEWS

Ternyata KM Liberty 1 Tenggelam di Lokasi KRI Nanggala 402, Disebut Tempat Keramat

Ternyata KM Liberty 1 Tenggelam di Lokasi KRI Nanggala 402, Disebut Tempat Keramat
Pencarian Korban KM Liberty 1 yang tenggelam (Dok Basarnas)

ASKARA - Kapal Motor (KM) Liberty 1 yang mengangkut kargo tenggelam di perairan utara Bali akibat dihantam badai, Sabtu (23/10) malam.

Sembilan anak buah kapal (ABK) masih dalam pencarian Tim SAR gabungan hingga Rabu (27/10).

"Upaya pencarian hari ini dihentikan jam 18.00 WITA tadi dan dilanjutkan besok pagi," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Gede Darmada, mengutip Okezone.com.

Di sisi lain diketahui, lokasi tenggelamnya kapal tersebut ternyata berdekatan dengan hilangnya KRI Nanggala 402 yang menewaskan 53 awaknya, pada Minggu 25 April 2021 lalu. 

Di lokasi tersebut terdapat kawah yang berada di kedalaman 839 meter dengan diameter kurang lebih 38 meter. 

Kawah tersebut mempunyai kedalaman 10 hingga 15 meter. Tenggelamnya KM Liberty dan hilangnya KRI Nanggala memunculkan kembali cerita rakyat dan mitos kisah mistis laut Bali Utara, yang masih menjadi urban legend hingga saat ini. 

Laut Bali Utara, dikenal juga sebagai batas pemisah Pulau Jawa dan Bali. Dalam cerita rakyat, disebutkan bahwa Pulau Jawa dengan Pulau Bali merupakan teritorial satu-kesatuan dan tidak terpisah seperti saat ini. 

Dengan terpisahnya antara kedua pulau ini, maka di antara pemisahan itu disebut selat Bali. Diungkapkan cerita tersebut, daerah selat Bali adalah tempat keramat, karena merupakan tatanan daerah tempat suci yaitu adanya Pura Segara Rupek. 

Dimana, Pura Segara Rupek berada tepat di ujung hidung Pulau Bali, yang merupakan daerah teritorial kabupaten Buleleng. 

Bahkan, di daerah ini setiap tahun diadakan upacara dan upacara pakelem yang disebut dengan sarana banten dirgayusa bumi dan tawur gentuh pada hari suci Anggara (Selasa), Umanis, Wuku Uye. 

Dosen Universitas Warmadewa Denpasar I Ketut Sudiarta mengatakan, laut utara Bali merupakan perairan transisi antara Paparan Sunda yang terkenal dangkal dan Paparan Sahul yang dalam dan dasar laut yang turun curam atau palung.

Perairan Bali utara merupakan bagian Palung Bali-Flores karena palung itu menyambung dari Bali, Lombok hingga Flores. 

"Kedalamannya sekitar 700 sampai 900 meter, Lombok sampai 1,3 kilometer dan makin ke timur makin dalam," ujar Sudiarta, beberapa waktu lalu. 

Kedalaman laut itu menjadikan TNI memilih perairan yang terletak di utara Buleleng itu sebagai lokasi latihan bagi alutsista milik TNI AL, terutama kapal selam. 

Menurut Sudiarta, sudah lama TNI AL memblok wilayah itu sebagai daerah latihan kapal selam lama, termasuk Nanggala 402 dan kapal selam baru Alugoro. 

"Mulai dari Bayuwangi sampai utara Singaraja memang sudah lama ditetapkan sebagai daerah latihan TNI AL," ungkap dosen ilmu kelautan dan perikanan itu. 

Dijelaskan, arus di laut utara Bali masuk dalam perlintasan arus Arlindo (arus lintas Indonesia). Arus ini berasal dari Samudra Pasifik yang bergerak menuju Samudera Hindia. 

Arus Arlindo menghasilkan fenomena downwelling atau arus yang bergerak dari permukaan menuju ke dasar perairan dapat sangat membahayakan, khususnya bagi aktivitas penyelaman, termasuk kapal selam. 

"Arus itu membawa apa pun ke bawah atau dasar perairan," pungkas Sudiarta.

Komentar