Senin, 26 September 2022 | 10:27
NEWS

Webinar DPP PIKI dan IABI dalam Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana

Peran Intelektual dalam Membangun Ketangguhan Menghadapi Bencana

Peran Intelektual dalam Membangun Ketangguhan Menghadapi Bencana
Webinar DPP PIKI dan IABI (Dok Istimewa)

ASKARA - Memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2021, Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) bekerja sama dengan Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) menggelar webinar dengan tema “Peran Intelektual dalam Membangun Ketangguhan Menghadapi Bencana". 

Secara khusus, webinar nasional acara ini menyoroti peran intelektual dalam upaya mengurangi risiko bencana.

Sebagai unsur Pentahelix, akademisi dan intelektual memiliki peran khusus yang sangat bermanfaat bagi hadirnya ketangguhan bangsa menghadapi bencana. 

Tahun 2009 lalu dalam kegiatan Global Platform for Disaster Risk Reduction di Geneva, Prof Syamsul Maarif yang menjabat kepala BNPB waktu itu menyatakan agar jangan lagi menyebut Indonesia sebagai Negeri Supermarket Bencana. 

Tapi mulai dengan paradigma baru yaitu Indonesia sebagai negeri Laboratorium Bencana. 

Webinar tersebut dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum Pengurus Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Harkunti Pertiwi. 

Ketua Umum DPP PIKI, Badikenita Putri Sitepu mengatakan, Indonesia sebagai bangsa tangguh menghadapi bencana dengan kelimuan yang relevan dengan air dan tanah di dalamnya. 

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Lilik Kurniawan yang hadir sebagai narasumber kunci menekankan pentingnya peran ilmuwan dan peneliti menghasilkan karya dan kerja dalam mengurangi risiko bencana dalam mengisi perannya dalam Pentahelix. Lilik juga mendorong agar DPP PIKI turut mengawal pembahasan RUU Penanggulangan Bencana yang sedang dibahas di Komisi VIII DPR RI.

Pembicara lainnya, Suprayoga Hadi yang menjabat sebagai Ketua 1 IABI Bidang Kerja Sama sekaligus Deputi 2 Kantor Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia membahas peran IABI sebagai “Center of Excellence” IABI dalam mengedepankan pemikiran kritis kebencanaan.

Wilson Therik, Ketua Pusat Studi Kebencanaan Universitas Kristen Satya Wacana, berbagi tentang praktik baik kajian kebencanaan yang bisa dilakukan oleh universitas. 

Sebagai pembicara pamungkas, Syamsul Maarif, sebagai inisiator lahirnya konsep keilmuan dalam upaya menanggulangi bencana pada waktu menjabat sebagai Kepala BNPB menjabarkan pentingnya peran keilmuan untuk dapat mengurangi risiko bencana serta bagaimana sebagai bangsa dan negara harus dapat terus melakukan kajian dan memutakhirkan data kajian dan penelitian.

Intelektual memiliki peran strategis untuk membangun ketangguhan menghadapi bencana dengan asupan pemikiran kritis, pengembangan kapasitas dan advokasi kebijakan baik di tingkat pusat maupun daerah. 

Lantaran itu, perlu dimaksimalkan peran akademisi di Indonesia untuk dapat terus mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dan berkolaborasi bersama dengan berbagai elemen bangsa yang ada. 

Melalui keterlibatan strategis ini, kerja sama DPP PIKI dan IABI bersama BNPB tidak hanya di tingkat nasional tapi juga sampai ke level Kabupaten/Kota dapat membangun upaya ketangguhan dalam kebencanaan yang bukan saja menguntungkan secara kelembagaan tetapi juga memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi komunitas yang ada disekitarnya sekaligus mendukung pemerintah pusat dan daerah. Salam Tangguh.

Komentar