Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:50
NEWS

Pelatihan Kalibrasi dan Uji Kompetensi Alat Kesehatan

Pelatihan Kalibrasi dan Uji Kompetensi Alat Kesehatan
Pelatihan kalibrasi alat kesehatan (Dok Istimewa)

ASKARA - Banyak solusi dapat dipecahkan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Salah satunya di bidang alat kesehatan. 

Saat ini, teknologi alat kesehatan saat ini sudah memiliki kemampuan dan kualitas yang sangat baik. Berbagai macam permasalahan kesehatan pun dapat dideteksi menggunakan alat-alat kesehatan tersebut. 

Namun, sebagus apa pun kualitas alat kesehatan tidak berarti alat tersebut selalu bekerja secara optimal. Perlu adanya perawatan dan kalibrasi alat-alat kesehatan guna meningkatkan akurasi alat kesehatan tersebut.

Apa itu kalibrasi? Kalibrasi merupakan suatu proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat-alat kesehatan dengan cara membandingkan dengan standar atau tolak ukur. Kalibrasi diperlukan untuk memastikan hasil pengukuran atau pemeriksaan yang dilakukan oleh alat tersebut akurat dan konsisten dengan instrumen lainnya.

Kalibrasi alat kesehatan sangat penting, apabila alat yang digunakan sudah tidak sesuai maka hasilnya pun menjadi tidak akurat. Di masa pandemi ini, kondisi alat-alat kesehatan harus selalu prima, akurat dan aman.

Pakar dan praktisi alat kesehatan menyebutkan, kalibrasi untuk alat-alat kesehatan wajib dilakukan secara berkala ]agar hasil pemeriksaan selalu akurat dan tepat. Di sisi lain, pelayanan kesehatan juga diharapkan semakin sempurna.

"Ini akan menjadi pelatihan pertama kali di Indonesia tentang kalibrasi yang disertai uji kompetensi," ungkap Direktur Solusi Elektromedik, Mujiono dalam acara "Uji Pelatihan Kalibrasi dan Uji Kompetensi" alat kesehatan, Sabtu (14/8). 

Mujiono yang merupakan pakar pengujian dan kalibrasi alat-alat medis ini mengatakan, dengan meningkatnya kompetensi teknisi kalibrasi akan meningkatkan akurasi, kinerja dan masa pemakaian dari alat-alat kesehatan tersebut.

"Pelatihan Kalibrasi dan Uji Kompetensi" yang digelar 13-17 September 2021 di Jakarta itu semakin penting di masa pandemi Covid-19. Kendati demikian, jumlah peserta akan dibatasi, maksimal 20 orang. 

Para pemateri adalah pakar di bidangnya masing-masing, yakni Hendrana Tjahjadi, konsultan; Penasehat sekaligus Ketua Alfakes, Torang Pangusunan Batubara, Ketua Panitia, Mars.

Lalu, Hanafi, Achmad Abdillah, M. Subchansyah, Agus Komarudin, Dodi Giantara, Sigit Trijananto, Seni Purnamaningsih, dan Silvia Savirawati. 

Materi pelatihan kalibrasi low risk, teori dan praktek:

1. Timbangan bayi/dewasa, 
2. Section pump, 
3. Termometer, 
4. Sphygmonamoter, 
5.Electrostimulator, 
6.Lampu operasi, 
7. Ultrasound Therapy, 
8. Teori Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran Hasil Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan.

Teori: 

1. Kebijakan Kementerian Kesehatan RI dalam pengujian dan kalibrasi alat kesehatan, 
2. Pengantar ISO 17025, 
3. Building Learning Commitment (BLC), 
4. Rencana Tindak Lanjut, 
5. Antikorupsi

Para peserta akan mendapatkan Sertifikat Pelatihan Kalibrasi yang diterbitkan oleh Bapelkes Cikarang.

"Uji Pelatihan Kalibrasi dan Uji Kompetensi" ini diselenggarakan oleh LDP Elektromedik Solutions, Alfakes dan Ikatemi. Peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp5 juta.

Komentar