Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:57
NEWS

Ternyata, Kepatuhan Warga Jakarta Menjaga Jarak Masih Rendah

Ternyata, Kepatuhan Warga Jakarta Menjaga Jarak Masih Rendah
Dewi Nur Aisyah (Dok BNPB)

ASKARA - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengungkapkan data kepatuhan masyarakat di wilayah DKI Jakarta menjaga jarak masih rendah.

Data Satgas pertanggal 11-25 Juli 2021 disebutkan, sekitar 49 persen kelurahan di Jakarta memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak yang rendah.

"Untuk jaga jarak, DKI masih memiliki tantangan karena jaga jaraknya ini 49 persen kelurahan masih sangat rendah," ujar Dewi dalam diskusi virtual yang disiarkan dalam akun Youtube BNPB, Kamis (29/7). 

Dikatakan Dewi, ketidakpatuhan masyarakat dalam menjaga jarak itu lantaran kepadatan penduduk di wilayah DKI Jakarta. Hanya saja, ia menyebut kepatuhan terkait dengan penerapan protokol kesehatan secara konsisten membaik.

"Jadi memang untuk progres yang lain di lingkup kelurahan itu membaik, yang paling tinggi di DKI Jakarta. Tapi ya hanya kepatuhan menjaga jaraknya saja yang masih rendah," terangnya.

Dewi menjelaskan, ketidakpatuhan dalam menjaga jarak juga terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Misalnya di Pulau Sumatra, terjadi di Jambi, Riau, Lampung, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Termasuk juga di wilayah Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

"Untuk daerah-daerah dengan perluasan wilayah yang juga tidak patuh menjaga jarak ada di Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Sulawesi tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara," tandasnya.

Komentar