Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03
NEWS

Menko PMK Sebut, Presiden Jokowi Sudah Putuskan Perpanjang PPKM Darurat hingga Akhir Juli

Menko PMK Sebut, Presiden Jokowi Sudah Putuskan Perpanjang PPKM Darurat hingga Akhir Juli
Presiden Joko Widodo (Seskab)

ASKARA - Pemerintah disebut akan memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga akhir Juli 2021. 

Walaupun belum diumumkan secara resmi, namun keputusan perpanjangan PPKM Darurat itu disebut telah diputuskan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri, Jumat (16/7) kemarin. 

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy. 

"Tadi Rapat Kabinet terbatas yang saya ikuti waktu saya di Sukoharjo (Jateng) sudah diputuskan Bapak Presiden dilanjutkan sampai akhir Juli PPKM ini," kata Muhadjir ditemui saat mengunjungi Hotel University Club UGM yang dijadikan shelter pasien Covid-19 di Yogyakarta, Jumat (16/7).

Dikatakan Muhadjir, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa keputusan memperpanjang PPKM darurat ini memiliki banyak risiko, termasuk bagaimana menyeimbangkan antara mendisiplinkan warga menaati protokol kesehatan sesuai standar PPKM dengan penyaluran bantuan sosial. 

Bantuan sosial, ujar dia, tidak mungkin ditanggung oleh pemerintah sendiri. Namun gotong-royong bersama masyarakat dan sejumlah instansi lainnya juga diperlukan dalam menghadapi pandemik ini.

"Bansos ini tidak mungkin ditanggung pemerintah sendiri sehingga gotong royong masyarakat, termasuk civitas academica UGM ini di bawah pimpinan pak rektor membantu mereka-mereka yang kurang beruntung akibat kebijakan PPKM ini," ujar Muhadjir.

Sedekah masker, kata dia, juga perlu menjadi perhatian mengingat tidak sedikit warga yang menganggap masker sebagai barang yang mahal. 

Muhadjir menuturkan, apa pun istilah yang digunakan, baik PPKM darurat atau PPKM super darurat, selama masyarakat tidak mau kompromi menahan diri melanggar prokes maka penanganan Covid-19 tidak akan berhasil.

"Jika tidak menyadari bahwa prokes adalah menjadi yang utama, penanganan Covid-19 ya tidak berhasil," tandasnya.

Komentar