Belanda Mulai Hapus Kewajiban Memakai Masker, Tidak Ada Pembatasan di Bar dan Restoran
ASKARA - Pemerintah Belanda mulai menghapuskan sebagian besar aturan terkait penularan Covid-19. Di antaranya pemakaian masker dan pembatasan yang akan dilonggarkan mulai 26 Juni.
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte mengatakan, kebijakan tersebut diambil seiring menurunnya kasus Covid-19 di Negeri Kincir Angin itu. Namun demikian, masyarakat diharapkan tetap menjaga jarak.
"Ini momen istimewa. Sering saya berdiri di sini untuk mengatakan kepada Anda apa yang tidak dapat Anda lakukan. Namun sekarang kita dapat berfokus pada apa yang mungkin," ucap Rutte melansir Reuters, Minggu (20/6).
Dikatakan, tidak ada pembatasan jumlah tamu di toko, bar dan restoran. Yang utama, tetap menjaga jarak dan menunjukkan bukti sudah divaksin atau hasil tes yang negatif Covid-19.
"Kami dapat mengharapkan musim panas yang indah. Namun kita masih perlu waspada. Banyak terdapat ketidakpastian menjelang musim gugur. Anda setiap saat bisa ditikam dari belakang oleh varian baru," katanya.
Namun demikian, masyarakat masih perlu menggunakan masker di angkutan umum dan di bandara, di mana aturan menjaga jarak tidak memungkinkan.
Infeksi Covid-19 di Belanda menyentuh level terendah dalam sembilan bulan selama beberapa hari belakangan saat laju vaksinasi dipercepat.
13 juta dosis vaksin telah diberikan kepada negara berpenduduk 17,5 juta jiwa tersebut. Pemerintah tengah merencanakan penyuntikan vaksin Covid-19 untuk setiap orang dewasa di Belanda.
Infeksi Covid-19 di Belanda sendiri mencapai angka 1,7 juta dengan angka kematian tembus 27 ribu korban.

Komentar