2,6 Juta Orang Keluar Jakarta Selama Larangan Mudik Lebaran
ASKARA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan bahwa ada sekitar 2,6 juta orang meninggalkan ibu kota selama larangan mudik Lebaran 1442 Hijriah.
Data Pemprov DKI Jakarta per 6-15 Mei mencatat, sebanyak 2.608.243 orang keluar Jakarta. Sebanyak 2.607.688 keluar menggunakan kendaraan pribadi dan 555 orang keluar menggunakan bus antar kota antar provinsi (AKAP).
Selain itu, 714.916 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui gerbang tol utama dan 1.015.547 kendaraan keluar melalui jalan-jalan arteri.
"Ini ada 2,2 juta orang masuk Jakarta dan yang keluar juga 2,6 juta," kata Riza Patria di Balai Kota, Senin (17/5).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.244.096 masuk Jakarta menggunakan kendaraan pribadi dan 174 lainnya menggunakan bus AKAP.
Berdasarkan data itu, pada periode yang sama ada 1.513.267 kendaraan yang masuk Jakarta. Sebanyak 679.152 kendaraan masuk melalui sejumlah gerbang tol utama, dan 834.115 kendaraan masuk melalui jalan-jalan arteri.
Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sejumlah kepala daerah untuk melakukan penyekatan selama masa arus balik. Untuk mencegah lonjakan penyebaran Covid-19 usai libur Lebaran.
"Terkait arus balik mudik sudah kita rapatkan, dimungkinkan arus balik itu dilakukan penyekatan, kami kerja sama dengan seluruh kepala daerah, Jabar, Banten, penyangga lainnya, termasuk Botabek kerja sama," ujar Riza Patria.
Pengetatan penyekatan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan swab test secara acak terhadap pemudik yang kembali ke ibu kota. Pemeriksaan tersebut dilakukan di tiap pos penyekatan.
"Untuk memastikan agar arus balik dapat kita kurangi, dan juga nanti ada penyekatan, pemeriksaan random antigen atau swab PCR dan sebagainya. Semua sesuai prosedur," tandas Riza Patria.

Komentar