Kamis, 18 Juni 2026 | 00:55
NEWS

Menhub: 7 Persen atau 18 Juta Orang Masih Ingin Mudik Meski Dilarang

Menhub: 7 Persen atau 18 Juta Orang Masih Ingin Mudik Meski Dilarang
Ilustrasi mudik. (Independensi)

ASKARA - Sebanyak sekitar 18 juta orang masih tetap ingin mudik meski telah dilarang pemerintah. 

Hal tersebut diungkapkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Menurut Budi, paling banyak tujuan pemudik adalah Jawa Tengah (Jateng).

"Kami melakukan survei di daerah tujuan mudik itu adalah Jateng lebih dari 30 persen, Jawa Barat 29 persen. Setelah itu Jawa Timur, Banten, Lampung, Sumatara Selatan dan seterusnya," kata Budi Karya dalam sebuah diskusi, Rabu (5/5).

Dikatakan Budi, para pemudik mayoritas menggunakan mobil pribadi. Untuk itu, dia meminta kepala daerah saling berkoordinasi dalam mengerahkan petugas menjaga perbatasan selama masa larangan mudik.

"Mereka rata-rata menggunakan moda angkutan mobil, setelah itu motor. Para gubernur harus melakukan suatu koordinasi dengan baik," ujarnya.

Budi menjabarkan, jumlah masyarakat yang akan tetap mudik diperkirakan 7 persen dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut, berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan.

"Survei kami lakukan dengan sistematis, mulai dari apabila tidak ada larangan berapa akan pulang. 33 persen akan pulang, setelah kita nyatakan akan dilarang 11 persen akan pulang, setelah dilakukan pelarangan turun menjadi 7 persen, itu pun cukup banyak 18 juta," tuturnya.

Budi menyebut ada kecenderungan banyak warga yang mudik sebelum masa pelarangan. Namun, dia mengimbau warga tetap patuh terhadap kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah.

"Kami Kemenhub dan Satgas selalu ingin melakukan satu upaya-upaya sosialisasi peniadaan mudik, agar yang 7 persen ini turun menjadi jumlah yang lebih sedikit, sehingga kami bisa memanage dan polisi bisa melakukan penyekatan dengan humanis," pungkasnya.

Komentar