Kamis, 22 April 2021 | 02:44
NEWS

Pembelajaran Tatap Muka di Jakarta Hanya 30 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya

Pembelajaran Tatap Muka di Jakarta Hanya 30 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya
Ahmad Riza Patria (Dok Beritajakarta.id)

ASKARA - Hanya sebanyak 20 hingga 30 persen orangtua yang mengizinkan anaknya mengikuti belajar tatap muka di sekolah di DKI Jakarta yang dimulai Rabu kemarin (7/4). 

"Kurang lebih range-nya 20 sampai 30 persen yang mendapatkan persetujuan orang tua," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (8/4).

Berdasarkan data yang diterima, Riza Patria mengungkapkan kebanyakan yang memberikan izin itu merupakan orangtua dari murid sekolah dasar (SD).

"Ternyata saya tanya tadi, dari SD SMP, SMA ternyata makin tinggi siswanya makin banyak orang tua yang belum memberikan kesempatan kepada anak-anak di sekolah tatap muka langsung," terangnya.

Riza menjelaskan, orangtua yang memiliki anak SMP atau SMA lebih khawatir pergi ke sekolah karena harus menggunakan transportasi umum yang berisiko tertular Covid-19.

"Tetapi sebaliknya justru anak-anak SD lebih banyak. Kenapa? Karena anak-anak SD diantar langsung orangtua, dipastikan kehadirannya, dijaga," ungkap Riza.

"Kalau anak-anak yang lebih besar itu kan jalan sendiri, itu dikhawatirkan di transportasi, di kereta, di bus, di halte dan tempat umum lainnya," tandasnya.

Komentar