Desain Istana Garuda Menuai Kritik, Ini Penjelasan Jokowi
ASKARA - Presiden Joko Widodo mengunggah pradesain Istana Negara di ibu kota baru. Desain tersebut merupakan karya Nyoman Nuarta, seniman patung kenamaan.
Dalam unggahannya terdapat video yang menunjukkan bangunan menjulang tinggi dengan didukung sebuah konstruksi yang stabil dan ruang terbuka. Juga terdapat taman, sarana transportasi hingga kolam.
"Tahun lalu, Kementerian PUPR mengundang beberapa arsitek dan seniman untuk memberikan masukan dan gagasan mengenai bangunan ikonik di Ibu Kota Negara yang baru," tulis akun Instagram @jokowi, Sabtu (3/4).
Sejumlah usulan pun masuk, salah satunya adalah pradesain Istana Negara karya seniman Nyoman Nuarta. Menurut Presiden Jokowi, desain tersebut sarat dengan nilai bangsa Indonesia.
"Usulan beliau (Nyoman Nuarta) sarat dengan filosofi lambang Burung Garuda sebagai pemersatu bangsa sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika," jelasnya.
Presiden Jokowi kembali menekankan bahwa usulan itu masih pada tahap pradesain. Karenanya, pemerintah sangat mengharapkan masukan berbagai pihak tentang pradesain Istana Negara.
"Saya menginginkan Istana Negara tidak hanya dikenang sebagai tempat Presiden bekerja atau menjadi simbol kebanggaan bangsa, tapi juga mencerminkan kemajuan bangsa," tulis Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi menambahkan, pihaknya berencana akan mengundang para arsitek dan ahli lainnya guna memperbanyak pradesain yang digunakan sebagai dasar desain Istana Negara.
"Dengan masukan-masukan itu nantinya, saya akan mengundang kembali para arsitek dan para ahli lainnya untuk melakukan pengkayaan pradesain menjadi basic desain Istana Negara," tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah arsitek hingga netizen mengkritik desain Istana Negara yang akan dibangun di lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur. Desain itu diketahui lewat unggahan Instagram Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa yang belakangan telah dihapus.

Komentar