Kamis, 25 Juli 2024 | 07:23
NEWS

Azis Syamsuddin Imbau Jemaat Tidak Takut Beribadah di Gereja

Azis Syamsuddin Imbau Jemaat Tidak Takut Beribadah di Gereja
Ilustrasi. (Suaraindonesia)

ASKARA - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meninjau secara langsung lokasi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. 

Azis Syamsuddin juga mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara dan memberikan semangat serta bantuan guna meringankan beban keluarga korban. Salah satu korban luka yaitu Cosmas Balalembang yang merupakan petugas keamanan gereja.

"Saya berpesan kepada pimpinan gereja dan jemaat untuk tidak takut dalam melakukan kegiatan ibadah karena aparat keamanan akan melakukan penjagaan dan menjamin keamanan keselamatan para jemaat," kata politisi Partai Golkar itu di Makassar, Jumat (2/4).

Lebih lanjut, Azis Syamsuddin mengucapkan turut prihatin dan duka serta menaruh simpati dan empati kepada gereja dan para jemaat Gereja Katedral Makassar. Dirinya berharap peristiwa ini tidak terulang kembali. Dia pun mengucapkan selamat merayakan Jumat Agung yang merupakan rangkaian kegiatan keagamaan kaum Kristiani.

"Selamat menjalankan serangkaian ibadah bagi para jemaat Gereja Katedral dalam merayakan Hari Paskah. Semoga di Hari Kebangkitan Isa Almasih kedamaian dapat menyertai seluruh umat Kristiani dan aparat keamanan untuk dapat menjaga lingkungan gereja di seluruh Indonesia, terkhusus di Makassar untuk menjamin keamanan dan ketertiban secara maksimal," paparnya.

Azis Syamsuddin juga meminta para jemaat gereja untuk tidak khawatir dan takut dalam menjalankan ibadah. Dia pun meminta masyarakat dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dan saling menghormati serta menghargai toleransi umat beragama yang ada di Indonesia, meskipun terjadi perbedaan keyakinan dalam beragama.

"Peristiwa ini dapat dijadikan momentum untuk dapat melakukan introspeksi serta menjadi langkah awal untuk meningkatkan kewaspadaan serta sinergitas dengan masyarakat untuk saling menjaga diri dari tindak pidana terorisme yang dapat menghancurkan kesatuan dan persatuan bangsa," jelasnya.

Azis Syamsuddin menambahkan bahwa ancaman kedaulatan negara dan terorisme saat ini bersifat non militer, seperti radikalisme, narkoba dan siber. Oleh karenanya, sistem keamanan dan pertahanan yang dilakukan pemerintah harus menempatkan seluruh lapisan dan stakeholder terkait. 

"Mari jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui wujud nyata dengan memerangi paham radikalisme dan bela negara di tengah pandemi Covid-19," tandasnya. (industry)

Komentar