Kamis, 23 Juli 2026 | 15:02
NEWS

Ferdinand Hutahaean Kecam Pernyataan Veronica Koman

Ferdinand Hutahaean Kecam Pernyataan Veronica Koman
Ferdinand Hutahaean. (Ilustrasi/Puspen TNI)

ASKARA - Politisi Ferdinand Hutahaean mengecam pernyataan aktivis Veronica Koman yang mengatakan bahwa anak-anak di Papua Barat dipaksa nasionalis oleh pemerintah.

Dalam pernyataannya itu, Veronica Koman menuding pemerintah lewat aparat TNI-Polri memaksakan anak-anak di Papua Barat untuk setia kepada NKRI. Hal itu disampaikannya lewat kicauan di Twitter pada Sabtu lalu (27/3).

Dalam cuitan tersebut Veronica Koman membagikan sebuah foto aparat TNI-Polri sedang memakaikan ikat kepala merah putih ke sejumlah anak di Papua Barat.

Veronica Koman mengatakan bahwa hal itu merupakan tindakan pemaksaan nasionalisme dari aparat terhadap anak-anak di Papua Barat.

"Forcing Indonesian nationalism to Indigenous West Papuan children. (red and white = Indonesian flag). (Memaksakan nasionalisme Indonesia kepada anak-anak Pribumi Papua Barat. (merah putih = bendera Indonesia)," tulisnya.

Menanggapi kicauan tersebut, Ferdinand Hutahaean menilai bahwa Veronica Koman telah memelintir makna di dalam foto. Hal tersebut, menurutnya, terlihat jelas dari raut wajah anak-anak di dalam foto yang tampak bahagia dan tidak menangis. 

"Anak-anak Papua Barat di foto itu sama sekali tak nampak merasa dipaksa memakai ikat kepala merah putih," tulisnya. 

"Hei pengkhianat, anak-anak itu bahagia dan tertawa mengenakan ikat kepala merah putih, tidak takut dan tidak menangis. TIDAK ADA PAKSAAN," tulis Ferdinand Hutahaean ke Veronica Koman.

Ferdinand Hutahaean pun dengan nada sangat marah menyebut Veronica Koman sebagai pengkhianat NKRI. 

Komentar