Pemda Diminta Antisipasi Potensi Mobilitas Masyarakat Jelang Libur Paskah
ASKARA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat terkait libur Hari Raya Paskah pada pekan depan. Masyarakat diminta mengisi liburan secara bijak agar tidak terpapar virus Covid-19.
Mengingat saat ini pandemi belum berakhir dan diklaim perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia sudah berjalan ke arah yang diharapkan.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta Satgas Covid-19 daerah dan pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipatif perihal hal tersebut.
Maka itu masyarakat dianjurkan agar tidak berkerumun di berbagai tempat mengisi hari libur, terutama berbondong-bondong mendatangi tempat wisata.
"Langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya kerumunan, mobilitas terkait perayaan hari raya tersebut, terutama kerumunan di destinasi liburan," kata Wiku di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (26/3).
Hari Raya Paskah tahun ini jatuh pada tanggal 4 April 2021. Di mana bertepatan dengan akhir pekan. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, tanggal merah yang jatuh pada akhir pekan, berpotensi meningkatkan aktivitas dan mobilitas masyarakat.
"Dimohon kerja sama dari masyarakat untuk tidak berkerumun dan tetap mengingat bahwa dalam masa pandemi, akan jauh lebih untuk menghabiskan waktu liburan di rumah saja," imbuh Wiku.
Pandemi Covid-19 telah setahun melanda Tanah Air, mengenai pelaksanaan ibadah sudah mulai dilakukan di tempat ibadah tapi dengan jumlah terbatas. Serta menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
Sebelum merayakan Minggu Paskah, umat Kristiani akan melewati prosesi perayaan Jumat Agung, yakni ibadah mengenang kematian Isa Almasih di kayu salib. Karena situasi yang tidak memungkinkan saat ini, diminta agar ibadah itu bisa digelar di rumah.
Selanjutnya, Kemenag meminta prosesi perjamuan kudus yang biasa digelar saat ibadah Minggu Paskah juga dilakukan di rumah masing-masing jemaat.
Prosesi perjamuan kudus ialah bentuk penghayatan umat Kristiani untuk mengenang wafatnya Isa Almasih di kayu salib. Karenanya prosesi ini berpotensi menghimpun kerumunan orang.

Komentar