Minggu, 18 April 2021 | 12:14
JAYA SUPRANA

Belajar dari Sejarah Kolonialisme

Belajar dari Sejarah Kolonialisme

ASKARA - Menarik secara alasanologis menyimak sejarah peradaban umat manusia terkait manusia mulai merambah ke luar wilayah diri sendiri ke wilayah kelompok masyarakat lain. Pada lazimnya alasan merambah ke wilayah orang lain yang disebut oleh Adolf Hitler sebagai memperluas Lebensraum adalah demi menambah sumber nafkah alias ekonomi untuk masyarakat yang merambah ke wilayah masyarakat lain. Semula disebut sebagai kolonialisme yang setelah Hitler kalah perang dunia II berkembang menjadi imperialisme 

Kolonialisme
Berdasar yang tersurat di lembaran sejarah kolonialisme maka dapat disimpulkan bahwa di masa lalu penjajahan dilakukan oleh pedang, tombak dan panah sebelum senapan api ditemukan. Seperti yang dilakukan oleh bangsa Romawi dan Mongol untuk menguasai bangsa-bangsa lain. Namun yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, Belgia, Jerman setelah masyarakat terjajah ditaklukkan dengan bedil kemudian para kolonialis menggunakan agama demi secara psiko-kultural-politis menguasai masyarakat terjajah. Spanyol dan Portugis berhasil menguasai bangsa-bangsa Amerika Tengah dan Selatan dengan senjata bedil dan agama. Kaum white-supremacist Amerika Serikat alergi terhadap Islam akibat dianggap memperkuat semangat masyarakat Amerika-Afrika melawan penindasan. Sementara Hindu, Buddhisme, Islam masuk ke wilayah persada Nusantara pada lazimnya secara damai maka Nasrani masuk ke Nusantara dengan ancaman bedil yang ditodongkan oleh kaum penjajah dari Portugis, Belanda dan Inggris. Mirip apa yang terjadi di Spanyol setelah kerajaan Isabella-Ferdinand berhasil mengusir umat Muslim dan Yahudi dari bumi Spanyol. 

Persatuan
Maka wajar bahwa kaum kolonialis Belanda berupaya menumpas habis kaum Muslim di Indonesia yang memang sejak Sultan Agung gigih melawan penjajahan yang masih terus berlanjut sampai Bung Tomo gigih melawan kaum kolonialis Belanda didukung Sekutu untuk kembali menjajah Indonesia padahal Bung Karno dan Bung Hatta sudah memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Dari sejarah kolonialisme di dunia maupun di Indonesia, kita bisa banyak memetik pelajaran bahwa kerukunan umat beragama memiliki peran sangat penting untuk memperokoh kubu-kubu persatuan bangsa dalam menghadapi imperialisme milenial yang kini menggunakan ekonomi sebagai senjata kaum penjajah untuk menjajah bangsa lain. Maka sebaiknya kita jangan memecah-belah bangsa kita sendiri sesuai yang diharapkan bangsa asing yang sangat ingin menjajah Indonesia yang tersohor mahakayaraya sumber alam termasuk sumber enerji industri serta jumlah ratusan juta penduduk potensial menjadi konsumen produk asing.

Komentar