Senin, 08 Juni 2026 | 16:09
NEWS

Doni Monardo Khawatir Mudik Lebaran Tingkatkan Kembali Kasus Aktif Covid-19

Doni Monardo Khawatir Mudik Lebaran Tingkatkan Kembali Kasus Aktif Covid-19
Doni Monardo (Dok BNPB)

ASKARA - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan pemerintah masih mengkaji soal mudik Lebaran 2021. 

Pasalnya, libur panjang berpotensi menimbulkan peningkatan kasus Covid-19.

"Jadi semuanya masih dalam kajian. Dan itu sudah dimasukkan. Liburan panjang pasti menimbulkan peningkatan kasus," kata Doni dalam keterangannya, Rabu (17/3).

Berkaca dari libur panjang tahun baru pada akhir 2020. Setelah liburan, angka kasus positif Corona kian melonjak. Rumah sakit juga penuh dan angka kematian meningkat.

"Jadi ini kan hasil evaluasi. Di sini sudah tahu, terakhir itu liburan panjang tahun baru. Apa yang terjadi kasus aktifnya luar biasa," imbuh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu.

Seiring meningkatnya angka penambahan kasus positif Covid-19, juga berimbas pada kapasitas keterisian Rumah Sakit yang terus meningkat.

"Kasus aktif tinggi kemudian RS penuh, dampak RS penuh angka kematian meningkat. Angka kematian pada Desember 2020, 250 orang per hari rata-rata," ujar Doni.

Mengenai libur Lebaran atau mudik akan dikaji Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) yang ditugasi Presiden. Dia masih menghawatirkan jika libur panjang, kasus baru Covid-19 tidak terkendali.

"Saya selaku kepala satgas tentu akan memberikan masukan, bagaimana pengalaman kita semuanya setiap akhir libur panjang pasti dilanjutkan dibarengi dengan peningkatan kasus aktif. Menambah angka kematian, menambah jumlah korban para dokter," tandas Doni.

Sebelumnya, pemerintah memastikan tidak akan melarang masyarakat untuk mudik pada Lebaran 2021. Meski perayaan Lebaran tahun ini diperkirakan pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Hal pertama bisa kami ungkapkan terkait mudik 2021. Pada prinsipnya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tidak melarang (mudik)," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Selasa (16/3).

Keputusan pemerintah tersebut akan dibarengi dengan mekanisme protokol kesehatan ketat yang disusun bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Komentar