Kamis, 04 Juni 2026 | 08:45
NEWS

Jenuh Sekolah Online, Banyak Pelajar Pilih Menikah

Jenuh Sekolah Online, Banyak Pelajar Pilih Menikah
Ilustrasi. (Unsplash)

ASKARA - Pandemi Covid-19 yang sudah setahun menghantam Tanah Air terus menimbulkan sejumlah masalah. Salah satunya di dunia pendidikan. 

Akibatnya, sekolah maupun kampus mengharuskan pembelajaran dari rumah. Bahkan di Provinsi Gorontalo, hingga kini Pemprov Gorontalo juga belum memberi izin pembukaan sekolah untuk kembali belajar tatap muka.

Tentu dampak tersebut sangat berpengaruh pada siswa. Akibat sekolah tak kunjung dibuka, sebagian siswa di beberapa Sekolah Menengah Atas di Gorontalo memilih menikah muda.

Hal itu diakui Kepala SMK 1 Marisa Kabupaten Pohuwato Mirhan H Bumulo. Dari total dari 670 siswa yang terdaftar di sekolahnya, ada sembilan orang memilih berhenti sekolah dan menikah muda.

Mirhan mengatakan, pernikahan dini itu terjadi bukan karena faktor pergaulan bebas melainkan siswa merasa jenuh belajar di rumah.

"Siswa itu mengaku mendingan mereka memilih menikah ketimbang sekolah tapi hanya di rumah. Mereka hanya menyampaikan kepada kami bahwa selama di rumah tidak ada lagi yang memberikan motivasi layaknya guru," jelasnya, Rabu (10/3).

Data yang dihimpun, selain sembilan pelajar SMK 1 Marisa Pohuwato, enam siswa lainnya yang memilih menikah muda antara lain empat orang di SMA 1 Tilamuta Kabupaten Boalemo dan dua orang di SMKN 1 Gorontalo.

"Memang ini dampak pandemi. Mereka sudah jarang berinteraksi dengan guru dan dunia luar, jadi bosan sendiri dan memilih menikah," kata Kepala SMKN 1 Gorontalo Ruslan S Payu menambahkan. (kesatu/mdk)

Komentar