Program Diet Melalui Nutrigenomik, Ini Penjelasan Lengkapnya?
ASKARA - Masih banyak yang belum mengetahui Nutrigenomik dan peran pentingnya bagi kehidupan umat manusia.
Nutrigenomik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara faktor genetik dengan nutrisi yang memiliki komposisi spesifik dan mampu menginduksi ekspresi gen dalam tubuh.
Nutrigenomik merupakan aplikasi genomik dalam pengembangan teknologi baru, seperti transkriptomik, proteomik, metabolomik, dan epigenomik berbasis pada analisis fungsi gen dan ekspresinya.
Selain itu, Nutrigenomik merupakan suatu studi ilmiah yang mempelajari mengenai dinamika, regulasi dan cara dari suatu gen spesifik berinteraksi dengan suatu senyawa atau bioaktif pada suatu makanan tertentu.
Menurut Hippocrates, makanan akan diubah menjadi informasi genetik yang diekpresikan sehingga memberikan profil metabolisme yang berbeda dan akan berdampak pada pola makan dan kesehatan.
"Saat ini sudah ada teknologi baru yang menjelaskan kebutuhan gizi seseorang dapat dilihat dari genetiknya, dengan tujuan agar dapat memberikan terapi gizi yang lebih disesuaikan untuk masing-masing pasien. Jadi polanya bisa diketahui dengan lebih spesifik," jelas spesialis gizi klinik, dokter Noviani dari Siloam Hospitals Yogyakarta yang menjelaskan mengenai Nutrigenomik, Sabtu (6/3) melalui kanal Instagram Live TV.
Diet dengan Nutrigenomik
Dalam penjelasannya mengenai Nutrigenomik, dokter Noviani menerangkan perbedaan Nutrigenetik dan Nutrigenomik. Hal itu untuk menjelaskan sejumlah faktor yang ikut mempengaruhi keseimbangan diet pada tubuh.
"Nutrigenetik lebih ke arah apa yang terjadi pada tubuh yang dipengaruhi oleh gen. Contohnya, ada dua orang yang berbeda, dengan pola makan dan olah raga yang sama, tetapi yang satu gemuk dan yang satunya tetap berat badan ideal. Itu karena faktor genetik. Genetik yang mempengaruhi kesehatan seseorang, bagaimana respons genetik terhadap makanan," tuturnya.
Sedangkan pada Nutrigenomik, bagaimana pola makan mempengaruhi kesehatan. Contohnya, jika makan banyak mengkonsumsi minyak, santan, gula dan tepung, maka kesehatannya akan mengalami gangguan pada periode tertentu ke depannya.
Dokter gizi dari Siloam Hospitals Yogyakarta ini mengatakan, persiapan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk melakukan pemeriksaan Nutrigenomik.
"Yaitu akan diambil darah atau air liur dari pasien. Di masa pandemi ini sebagian lebih memilih pemeriksaan melalui darah, namun tidak jarang juga memilih pemeriksaan lewat air liur dengan alasan lebih lengkap karena meliputi pemeriksaan hormonal," ungkapnya.
"Saat ini hasil pemeriksaan dikirim ke Jakarta atau Kanada, untuk lamanya pemeriksaan bisa berlangsung sampai satu bulan," tambahnya.
Lamanya periode pemeriksaan, menurut Noviani disebabkan karena yang dilihat bukanlah sel melainkan adalah genetik.
Lantas mengapa pemeriksaan Nutrigenomik penting dilakukan?
Pemeriksaan penting dilakukan lantaran dengan bisa lebih mengetahui selain kebiasaan seseorang, utamanya terkait dengan pola makan, risiko terkena penyakit metabolik non infeksi, juga kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme seperti dari vitamin A, B, C, D, E dan beberapa mineral.
Mengacu pada kondisi pandemi saat ini, masyarakat banyak yang mengonsumsi vitamin atau suplemen dosis tinggi untuk menjaga kondisi tubuhnya. Namun ada beberapa suplemen yang tidak larut dalam air, seperti vitamin D, E, yang akan terakumulasi di dalam tubuh dan berefek negatif jika dikonsumsi berlebihan.
"Mengkonsumsi suplemen yang benar jika asupan tidak memenuhi kebutuhan zat gizi, misalnya waktu sakit, nafsu makan berkurang tapi kebutuhan meningkat atau bila dari pemeriksaan nutrigenomik diketahui adanya kecenderungan tubuh kita kekurangan zat gizi tersebut. Padahal pada kenyataannya saat pandemi ini tidak seperti itu, karena takut, maka suplemen kita konsumsi lebih banyak dengan dosis yang tinggi," jelas Noviani.
"Efek negatif dari konsumsi suplemen berlebihan, seperti pada gen tertentu, vitamin E jika dikonsumsi berlebihan akan berakibat resiko terkena kanker. Itu bisa diketahui melalui pemeriksaan Nutrigenomik," sebut dr Noviani.
Nutrigenomik sangat bermanfaat untuk orang yang ingin melakukan program diet atau menurunkan berat badan.
Dengan adanya pemeriksaan nutrigenomik, pasien bisa mengetahui pola genetiknya, mulai dari kecenderungan mengalami obesitas, kebiasaan ngemil, kesukaan terhadap rasa manis, makanan berlemak, olah raga yang sesuai, motivasi olah raganya bagaimana, risiko cedera saat olah raga, apakah gizi bisa dipenuhi melalui makanan atau suplemen dari faktor genetiknya.
Pemeriksaan nutrigenomik lebih memungkinkan untuk mencapai target keberhasilan penurunan berat badan yang sesungguhnya, yaitu peningkatan berat badan hanya sekitar 3 kg dalam 2 tahun.
Pasalnya, tidak akan ada gunanya jika turun puluhan kilogram tapi dalam waktu singkat berat badan naik kembali.
"Pemeriksaan Nutrigenomik ini cukup dilakukan sekali untuk seterusnya," pungkas dr Noviani.

Komentar