Selasa, 16 Juni 2026 | 01:02
LIFESTYLE

Nyeri Lutut Perempuan Sering Diabaikan, Ini Risikonya

Nyeri Lutut Perempuan Sering Diabaikan, Ini Risikonya
Momentum peringatan Hari Kartini dan Hari Perawat melalui kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat (Dok Siloam)

ASKARA — Nyeri lutut yang kerap dianggap sebagai keluhan ringan ternyata dapat menjadi tanda awal gangguan muskuloskeletal serius, khususnya pada perempuan. Isu ini diangkat Siloam Hospitals Mampang dalam momentum peringatan Hari Kartini dan Hari Perawat melalui kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Momentum tersebut dimanfaatkan tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kesadaran publik terhadap isu kesehatan yang sering terabaikan, terutama pada perempuan usia produktif.

Di tengah gaya hidup aktif, perempuan kini menjalani berbagai peran sekaligus, mulai dari profesional hingga ibu rumah tangga. Namun di balik aktivitas tersebut, terdapat risiko gangguan pada tulang dan sendi yang dapat berkembang secara perlahan sejak usia muda.

Keluhan seperti nyeri lutut saat naik tangga, pegal berkepanjangan, hingga ketidaknyamanan saat berolahraga sering dianggap wajar. Padahal, secara klinis gejala tersebut dapat menjadi indikasi awal gangguan muskuloskeletal yang membutuhkan perhatian medis.

Dokter Spesialis Ortopaedi dan Traumatologi Siloam Hospitals Mampang, dr. I Made Yudi Mahardika, Sp.OT, menjelaskan bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi terhadap sejumlah gangguan seperti cedera ligamen lutut dan osteoporosis.

“Faktor hormonal, terutama estrogen, berperan dalam memengaruhi kekuatan ligamen dan kepadatan tulang. Selain itu, faktor anatomi dan biomekanik seperti struktur panggul dan pola gerakan tubuh juga turut berpengaruh. Karena itu, nyeri lutut tidak boleh dianggap sebagai kelelahan biasa dan perlu dievaluasi sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlambatan dalam mengenali dan menangani gejala dapat menyebabkan kondisi yang lebih kompleks, termasuk penurunan fungsi sendi hingga perlunya intervensi medis lanjutan.

Sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan, Siloam Hospitals Mampang menghadirkan edukasi interaktif melalui booth kesehatan yang terbuka untuk masyarakat. Pengunjung dapat memperoleh informasi seputar kesehatan tulang dan sendi, serta mengikuti berbagai aktivitas dan permainan edukatif.

Melalui kegiatan ini, masyarakat juga berkesempatan mendapatkan voucher layanan kesehatan sekaligus memahami pentingnya pencegahan dan deteksi dini gangguan muskuloskeletal.

Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen Siloam Hospitals Mampang dalam menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga promotif dan preventif sesuai kebutuhan masyarakat modern.

Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan penguatan keterlibatan komunitas dalam ekosistem kesehatan.

Rangkaian kegiatan didukung berbagai mitra strategis melalui pre-event sejak 21 April 2026 dengan kampanye apresiasi tenaga kesehatan. Sejumlah media perempuan turut memberikan dukungan terhadap inisiatif ini.

Kehadiran atlet Pelita Jaya, seperti Reza Guntara dan Russel Nyoo, juga menjadi bagian dari kampanye untuk mendorong masyarakat menjaga kesehatan fisik dengan pendekatan yang tepat dan terarah.

 

 

Komentar