Varian Baru Covid-19 Masuk Indonesia, Prof Wiku Ingatkan Antisipasi
ASKARA - Tidak bisa dihindari jika varian baru Covid-19 yakni B117 asal Inggris telah masuk ke Indonesia. Mengingat pergerakan manusia dalam skala besar sulit termonitor dan tidak bisa menutup seluruh akses perjalanan internasional.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito mengatakan, dunia ini saling berkaitan sehingga tidak mudah mengatur mobilitas manusia.
Seperti diketahui, mutasi dari virus SARS-CoV-2 itu berhasil menembus Indonesia pada awal Februari kemarin.
"Kita tidak bisa selamanya melumpuhkan mobilisasi yang juga mengancam sektor sosial ekonomi lainnya, dan secara diplomasi Indonesia memiliki perjanjian perjalanan dengan beberapa negara," ujar Prof Wiku dalam keterangannya, Kamis (4/3).
Dia mengatakan, ke depan, pemerintah perlu mengintensifkan upaya antisipatif terhadap kasus Covid-19 yang datang dari luar negeri. Selain itu, pemerintah juga harus memperhatikan tingkat akurasi dari alat testing Covid-19. Kemudian prosedur karantina dan perawatan bagi pelaku perjalanan internasional.
"Serta pelaksanaan dari whole genome sequencing yang lebih holistik dan real time," kata Prof Wiku.
Masuknya varian baru Covid-19 ke Indonesia menjadi pembelajaran berharga. Prof Wiku menekankan bahwa upaya pemerintah mencegah masuknya Covid-19 dari luar negeri harus mendapat dukungan pelaku perjalanan internasional. Sehingga pencegahan terhadap Covid-19 berjalan maksimal.
"Dengan kerja sama yang baik maka hal-hal seperti ini bisa dicegah terjadi. Bukan hanya untuk Indonesia tapi juga belahan lainnya di global," tandasnya.

Komentar