Demokrat Sebut Gerakan yang Ingin Ambil Alih Partai Gunakan Segala Cara untuk Cari Dukungan KLB
ASKARA - Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) disebut terus melakukan segala cara untuk mendapatkan dukungan guna menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, kepada wartawan, pada Rabu (3/3).
"Ketika tidak mendapatkan dukungan dari para pemilik suara, segala cara seakan dihalalkan oleh pelaku GPK-PD," ujar Herzaky.
GPK-PD, kata Herzaky, sudah menyiarkan kabar bohong dengan mencatut pengurus DPP Partai Demokrat seakan mendukung KLB agar pemilik suara sah mau bergabung dalam gerakan ini.
"Mereka pun menggembar-gemborkan kabar bohong, pencatutan nama para petinggi DPP yang seakan-akan mendukung GPK-PD, untuk menipu para pemilik suara sah agar bergabung," katanya.
Herzaky membeberkan cara gerakan ini mencatut pengurus DPP, yakni merekayasa tangkapan layar pesan pendek dan kemudian disebarkan.
"Pencatutan nama-nama beberapa pengurus DPP yang seakan-akan menyetujui KLB, menggunakan screenshoot pesan pendek yang direkayasa pun dilakukan," terangnya.
Herzaky menilai, upaya kudeta dari tangan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono seakan punya dukungan hanya karena memiliki dukungan dari oknum kekuasaan yang melakukan abuse of power.
"Tentunya ini perilaku yang sangat keji dan tidak bermartabat dari para pelaku GPK-PD. KLB bodong, tapi mau buat seakan-akan punya dukungan, hanya karena memiliki dukungan dari oknum kekuasaan yang melakukan abuse of power. Perilaku seperti ini sangatlah mencederai demokrasi kita," katanya.
Herzaky menegaskan, jika KLB tetap digelar tidak akan sesuai dengan aturan atau inkonstitusional. Pasalnya peserta yang ikut hanya sekedar kader dari perwakilan daerah saja dan bukan pemilik suara sah.
"Memaksakan KLB yang tidak sesuai dengan aturan (inkonstitusional), dengan peserta yang sekadar kader yang dijadikan perwakilan daerah meskipun bukan pemilik suara sah (ilegal)," pungkasnya.

Komentar