Senin, 08 Juni 2026 | 04:40
NEWS

Tengok, Begini Tradisi Orang Papua Menyembuhkan Anak Sakit

Tengok, Begini Tradisi Orang Papua Menyembuhkan Anak Sakit
Bakar batu (tangkapan layar)

ASKARA - Papua dikenal sebagai masyarakat yang masih menjunjung tinggi tradisi adat turun temurun. Serta mempunyai berbagai keunikan yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Seperti halnya metode menyembuhkan anak sakit.

Metode yang dimaksud ialah barapen atau bakar batu, salah satu cara masak ala Papua yang hingga kini masih sering dilakukan. Termasuk oleh masyarakat di Distrik Tingginambut Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Cara barapen atau bakar batu ini merupakan ritual memasak bersama bertujuan memanjatkan rasa syukur, bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Selain itu, diyakini dapat menyembuhkan anak yang sakit.

"Jadi acara ini ibaratnya acara syukuran. Intinya ini buat berdoa dan anaknya sembuh," kata YouTuber Riski Vivian yang kerap membuat konten Distrik Tingginambut yang diunggah baru-baru ini.

Metode bakar batu menggunakan api yang dihasilkan oleh kayu. Kayu yang sudah dikumpulkan kemudian dibakar. Setelah itu ditumpuk dengan batu yang kemudian dimasukkan ke dalam lubang kecil.

Lubang tersebut kemudian ditutupi dengan dedaunan kering untuk kembali dibakar. Batu-batu berukuran besar tersebut ditumpuk dengan rapi. "Jadi batu taruh di sini nanti dibakar alang-alang. Didoakan sesuai adat," jelas Riski.

Terdapat tiga lubang yang menyerupai kolam, dari salah satu lubang tersebut akan dipilih sebagai tempat beribadah. Cara memilihnya cukup unik yakni, mencari masakan yang belum matang.

"3 kolam ini buat bakar alang-alang. Jadi kalau ada yang mentah di situ tempatnya untuk beribadah," ujar Riski.

Menurut keyakinan masyarakat Papua, tradisi tersebut dapat memulihkan kembali kesehatan seorang anak yang sakit berkepanjangan. "Anak kecil sakit lama harus acara adat makan bersama. Setelah bikin acara makan-makan, anak langsung sembuh," imbuhnya.

Adapun bahan makanan yang akan dimasak akan ditata di atasnya. Seperti ikan, daging ayam, daging sapi, dan yang paling sering adalah daging babi. Tradisi masak khas Papua ini terbilang cukup rumit dan membutuhkan waktu yang lama.

 

Komentar