Kamis, 18 Juni 2026 | 04:16
OPINI

Anugerah Pertama dan yang Paling Utama

Anugerah Pertama dan yang Paling Utama
Ilustrasi

Anugerah pertama dan yang paling utama Allah berikan kepada umat-Nya adalah pasangan hidup. "Tidak baik manusia sendirian, Aku akan menjadikan seorang penolong yang sepadan dengannya."

Namun sayangnya banyak sekali dari kita termasuk Mang Ucup tidak bisa menghargai anugerah ini. Dimana saya seringkali menyakiti maupun tidak menghargai Mbak Wied (istri).

Contoh nyata dengan begitu bangganya saya berpose dengan mobil Sport Ferarri, namun  saya jarang sekali mau foto bersama dengan Mbak Wied. Mana yang lebih bernilai Ferrari satu benda mati ataukah Mbak Wied?

Pasangan hidup adalah bagian dari diri kita sendiri, kenapa saya harus menyembunyikan sebagian dari diri saya sendiri? Entah bagaimana hebat maupun jagonya diri anda akan tiba saatnya dimana Anda akan membutuhkan bantuan dari pasangan hidup anda!

Oleh sebab itulah saya merasa sangat bersyukur bahwa Mbak Wied masih bersedia dan mau mendampingi saya sampai saat ini. Pasangan hidup kita mau menerima kita dengan segala kelebihan maupun kekurangannya seperti juga anggota tubuh sendiri.

Misalnya apabila kaki kita penuh dengan korengan, apakah kita akan membenci dan menelantarkan kaki kita? Sudah pasti tidak;  bahkan akan dirawat hingga sembuh dan baik kembali. Bahkan hingga kapan pun juga entah sudah jadi kriputan ataupun cacad sekalipun juga akan tetap dirawat dengan penuh rasa kasih, karena ia adalah bagian dari diri tubuh kita.

Saat ini mungkin kita merasa diri kita masih muda dan cantik, hebat maupun berduit.  Namun akan tiba saatnya dimana kecantikan itu akan pudar dan hartapun akan raib, apakah masih ada yang bisa kita banggakan lagi?

Berdasarkan penelitian orang senang berselfi ria adalah para remaja ABG dan mereka yang usianya sudah diatas 40 tahun, seakan-akan sebelumnya jadi layu dan tua ingin mejeng sekali lagi for the last time!

Beda dengan Mang Ucup walaupun usia sudah hampir 80 tahun tetapi masih tetap saja ingin mejeng, karena sudah bawaan dari sononya narsis habis. Sedangkan mbak Wied sendiri tidak senang di foto sama sekali apalagi tampil di medsos, maka dari itu juga hingga saat ini mbak Wied tidak pernah memiliki account di medsos manapun juga.

Bagi mbak Wied ia sudah merasa lebih dari cukup apabila Mang Ucup mau memberikan komentar mengenai penampilannya jadi tidak butuh Like lagi entah dari siapapun juga. Maka bagi saya Mbak Wied ini benar-benar  merupakan satu anugerah utama yang terindah yang telah Tuhan berikan kepada saya- Amin.

Saya menulis semuanya ini agar kita semua bisa dan mau menghargai pasangan hidup kita dengan segala kelebihan maupun kekurangannya, karena akan tiba saatnya dimana kita akan ditinggal sendirian.

Percuma kita meraung menangis di depan peti mati kalau pasangan kita telah tiada, maka dari itu hargailah dan kasihilah pasangan hidup kita ini secara all out habis selama kita masih bisa menikmati hidup bersama ini. Salam dengan penuh kasih dan doa dan please jaga kesehatan

Mang Ucup

Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar