Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:10
OPINI

Preventif Kualatisme

Preventif Kualatisme
Ilustrasi preventif kualatisme (Dok Gemini)

OLEH: JAYA SUPRANA

ASKARA - Pada hakikatnya kata kualat bukan kata bahasa Indonesia asli karena secara etimologis berasal dari bahasa Jawa. Kamus Besar Bahasa Indonesia memaknakan kualat : ku·a·lat Jw : 1 mendapat bencana (karena berbuat kurang baik kepada orang tua dan sebagainya); kena tulah; 2 cak celaka; terkutuk

Sementara menurut mbah Google, kualat dalam bahasa Inggris adalah damned. Lain halnya dengan Oxford Dictionary yang membelah damned menjadi adjective, adverb dan noun : damned adjective, adverb/dæmd/ dæmd/ : 1. a swear word that people use to show that they are annoyed with somebody/something : The damned thing won't start!/ It's none of your damn business!/ Don't be so damned silly! 2. a swear word that people use to emphasize what they are saying; What a damned shame!/ We got out pretty damned fast! damned noun /dæmd/ dæmd/ the damned [plural]: people who are forced to live in hell after they die: the torments of the damned.

 Wiliam Shakespeare menggunakan kata “damned” di dalam minimal tiga mahakarya yakni Macbeth, Hamlet dan Merchant of Venice. Sementara Norman Mailer tersohor berkat novel berjudul “The Naked and The Damned” tentang derita lahir-batin yang dialami tentara Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II di kawasan kepulauan di samudra Pasifik melawan tentara Jepang yang lebih terbiasa bertempur di kelembaban iklim tropis dan sub-tropis. Para sastrawan yang menggunakan kata “damned” pada judul karya mereka adalah Georges Bernanos, David Peace dan tidak kurang dari Frans Kafka. Pada tahun 1963 Joseph Losey menggarap film “The Damned”.

Namun pada hakikatnya makna kualat lebih kompleks ketimbang damned.  Maka kualatisme merupakan paham yang memiliki ruang gerak lebih luas daripada okultisme dan parapsikologi. Sebenarnya saya pribadi tidak percaya kualatisme  dalam arti saya bisa dan boleh leluasa mengutuk orang lain agar kualat. Namun saya secara sadar memanfaatkan kualatisme justru sebagai kendali akhlak diri saya sendiri agar jangan sampai  saya  kualat akibat berbuat buruk terhadap orang lain .

Berarti dapat disimpulkan bahwa dasar makna kualatisme pada prinsipnya tidak selalu bersifat negatif meski tujuannya tetap bersifat egosentris dalam arti berorientasi pada kepentingan diri sendiri agar tidak terdampak kualatisme akibat berbuat buruk terhadap orang lain. Saya tidak percaya bisa dan boleh membuat orang lain kualat namun saya sangat percaya bahwa diri saya sendiri rawan terkena dampak kualatisme apabila berbuat buruk terhadap orang lain.

Al Sukuni meriwayatkan dari Abu Abdillah Al Shadiq bahwa ketika menyambut pasukan Sariyyah kembali setelah memenangkan peperangan, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Selamat datang wahai kalian yang telah melaksanakan jihad kecil, tetapi masih harus melaksanakan jihad akbar“. Ketika orang-orang bingung maka bertanya tentang makna sabda jihad kecil dan jihad akbar itu, Rasul SAW menjawab: “Jihad kecil adalah perjuangan menaklukkan musuhmu. Jihad akbar adalah jihad Al-Nafs, perjuangan menaklukkan dirimu sendiri.”

 

Komentar