Rabu, 12 Juni 2024 | 21:20
NEWS

Oknum Polisi Tembak Mati 3 Orang, Jakarta Disebut Semakin Tidak Aman

Oknum Polisi Tembak Mati 3 Orang, Jakarta Disebut Semakin Tidak Aman
Ilustrasi tembakan (ntmcpolri.info)

ASKARA - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane menyoroti kasus penembakan yang dilakukan polisi. 

Neta memberi contoh kasus terbaru oknum polisi yang menembak mati 3 orang di kafe di Jakarta Barat dan yang lalu kasus kematian 6 Laskar FPI. 

"Aksi brutal yang diduga dilakukan polisi koboi di Cengkareng menunjukkan Jakarta semakin tidak aman," kata Neta S Pane kepada wartawan, Jumat (26/2).

Neta menyebutkan, kasus kematian Laskar FPI sudah sangat memprihatinkan. Ditambah lagi aksi koboi anggota polisi yang menembak anggota TNI dan pegawai kafe.

"Aksi brutal polisi koboi ini sangat memprihatinkan. Sebab, kasus tembak mati enam laskar FPI di km 50 tol Cikampek saja belum beres, kini Polda Metro Jaya masih harus menghadapi kasus tembak mati tiga orang di Cengkareng," terang Neta.

Sebelumnya, Neta S Pane mendesak oknum polisi yang diduga sebagai pelaku penembakan di sebuah kafe kawasan Jakarta Barat diberikan sanksi setimpal. 

Kejadian itu juga disebut menjadi tanggungjawab Kapolres Jakarta Barat.

"Oknum polisi diduga pelaku dijatuhi hukuman mati dan Kapolres Jakarta Barat harus segera dicopot dari jabatannya," kata Ketua IPW, Neta S Pane dalam keterangannya, Kamis (25/2).

Menurutnya, ada dua alasan kenapa Kapolres Jakarta Barat harus dicopot. Pertama, sebagai penanggungjawab keamanan wilayah lalai terhadap operasional sebuah kafe di tengah pandemi Corona.

"Kedua, Kapolres kurang memperhatikan perilaku anak buahnya hingga terjadi peristiwa brutal yang diduga dilakukan anak buahnya di wilayah hukumnya," ujarnya. 

 

Komentar