Kamis, 04 Juni 2026 | 05:57
NEWS

Tinjau Tanggul Sungai Citatum yang Jebol, Ini Kesimpulan Pemerintah Pusat

Tinjau Tanggul Sungai Citatum yang Jebol, Ini Kesimpulan Pemerintah Pusat
Banjir di Bekasi akibat tanggul jebol (Tangkapan layar)

ASKARA - Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menko PMK Muhadjir Effendy meninjau jebolnya tanggul Sungai Citarum akibat diterjang banjir pada, Senin (22/2).

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, bahwa peristiwa yang disebabkan akibat bencana alam itu dapat menjadi pelajaran bagi kementerian terkait dalam mengambil kebijakan.

"Dari pandangan itu, saya kira kita bisa mencatatkan beberapa kesimpulan yang bisa dijadikan kebijakan yang lebih utuh dan konprehensif. Terutama bagi bapak PUPR dan Kepala BNPB," kata Muhadjir Effendy dalam keterangan video, Senin (22/2).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkap akar permasalahan yang mengakibatkan jebolnya tanggul tersebut lantaran tingginya debit air yang masuk ke Sungai Citarum yakni 900 meter kubik per detik.

"Kita lihat tadi ada beberapa tanggul sungai yang jebol. Bukan hanya tanggul sungai tapi juga tanggul saluran irigasi. Itu muka airnya sudah rata. Jadi saya kira ini karena ada di hilirnya Bendungan Jati Hulur," ungkap Basuki.

Kepala BNPB Doni Monardo bergerak cepat akan melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak banjir. Salah satunya menyuplai makanan siap saji dan mengevakuasi warga yang sakit.

"BNPB akan mengkoordinasikan terutama memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Prioritasnya adalah logistik yang siap saji. Kemudian evakuasi bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan," jelas Doni.

Tanggul Sungai Citarum jebol pada Minggu (21/2) pukul 01.00 WIB akibat tingginya curah hujan. Hal itu menyebabkan banjir di 4 desa di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Kerawang Provinsi Jawa Barat.

Tenaga Ahli BNPB Egy Massadiah mengatakan tim berangkat dari Halim Perdana Kusuma Jakarta. Peninjauan tersebut dilakukan dari udara menggunakan helikopter.

"Kami terbang sekitar 1 jam," kata Egy dalam keterangannya video yang dibagikan, terlihat sejumlah rumah warga masih terendam banjir. Akses jalan tertutup aliran air berwarna cokelat.

 
 

Komentar