Sandiaga Uno Sebut Omzet Penjualan Jamu Meningkat 300 Persen
ASKARA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno berbicara tentang perkembangan usaha jamu yang kian diminati masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Sandiaga mengunggah video melalui akun Instagram pribadinya. Video yang diberi judul “Produk ekonomi kreatif yang satu ini pantas disebut Pandemic Winner” itu menampilkan sesi perbincangan Sandiaga dengan sejumlah orang mengenai jamu.
"Di masa pandemi ini, permintaan masyarakat pada produk kesehatan meningkat tajam. Seperti produk jamu," kata Sandiaga dalam akun instagram miliknya, Kamis (11/2).
Bahkan pengusaha minuman tradisional khas Indonesia itu mampu meraup keuntungan cukup besar. Sandi sapaan akrabnya pernah beberapa kali bertemu pengusaha jamu di tiap tempat wisata.
"Banyak pengusaha jamu yang saya temui di berbagai destinasi wisata mengalami peningkatan omzet yang drastis. Ada yang sampai 300 persen naiknya," ujar Sandi.
Tak jarang ada yang mencoba menggeluti usaha minuman jamu, setelah sebagian orang kehilangan pekerjaannya. Untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.
"Ada juga mereka yang terkena PHK lalu beralih menjadi penjual jamu, dan sekarang bisa membuka lapangan kerja untuk masyarakat sekitar," tutur Sandi.
Maka itu, minuman tradisonal yang sudah turun menurun diwariskan dari para leluhur harus dapat dijaga. Mengingat berpeluang memberikan kontribusi dalam menarik wisatawan.
“Kearifan lokal ini harus kita lestarikan karena bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan. Yuk kita manfaatkan peluang ini untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujarnya.
Sandi juga menyampaikan dukungan lembaga yang dipimpinnya saat ini terhadap kemajuan usaha jamu.
“Kita kemenparekraf dukung 100 persen jamu kekinian maupun jamu-jamu yang seperti jamu yang lagi hits seperti kunyit asam, brotowali, yang pahit-pahit itu, empon-empon, dan lain sebagainya,” imbuhnya.
“Selain daripada khasiatnya kepada badan kita meningkatkan imunitas, bergaya hidup sehat,menghindari penyakit, ini juga membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya,” tambahnya.
Menurutnya, pengembangan industri jamu di Indonesia punya modal berharga mengingat keaslian ramuan terus terjaga. Setiap daerah punya keunggulan tradisional sendiri dan selalu ada pengusaha jamu tradisional melengkapi kehidupan masyarakat.
“Karena jamu ini ramuan herbal warisan leluhur kita, sekarang menjadi andalan. Saya ingin jamu ini jadi warisan budaya yang bisa menjadi national flagship brand,” tandasnya.

Komentar