Kamis, 23 Juli 2026 | 15:26
NEWS

Tak Ada Laporan Masalah Autothrottle Sriwijaya Air SJ182 yang Jatuh

Tak Ada Laporan Masalah Autothrottle Sriwijaya Air SJ182 yang Jatuh
Sriwijaya Air (Airmagz.com)

ASKARA - Kementerian Perhubungan menyebutkan, tidak ada laporan terkait permasalahan sistem autothrottle di catatan maintenance log book dalam kecelakaan pesawat Sriwjaya Air SJ182 di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

Hal itu menanggapi laporan awal Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang menyebut ada permasalahan pada tuas kiri mesin atau autothrottle Sriwijaya Air SJ182 bernomor registrasi PK-CLC.

"Sebaiknya menunggu hasil lengkap laporan KNKT, namun mengenai autothrottle perlu disampaikan bahwa sejak 5 Januari 2021 sampai tanggal kejadian (9 Januari 2021), tidak ada laporan terkait permasalahan autothrottle di dalam catatan Maintenance Log Book," kata Dirjen Perhubungan Udara, Novie Riyanto dalam keterangannya, Kamis (11/2).

Novie menuturkan, kerusakan pada autothrottle mesin juga masuk ke minimum equipment list kategori C. Itu artinya, komponen tersebut boleh tidak berfungsi selama 10 hari.

"Kerusakan autothrottle pada pesawat udara masuk ke dalam Minimum Equipment List (MEL) dengan kategori C, yang artinya komponen tersebut boleh tidak berfungsi selama 10 hari dan pesawat masih dapat diterbangkan," ucapnya.

Jika terjadi kerusakan autothrottle, maka pilot bisa langsung mengatasinya. Sebab sistem throttle pesawat bisa dilakukan oleh pilot secara manual.

"Apabila terjadi kerusakan autothrottle saat terbang, maka pilot dapat mengambil keputusan dengan penggunaan throttle secara manual," terangnya.

Throttle merupakan tuas untuk mengatur tenaga yang dikeluarkan mesin di pesawat, tempatnya berada di tengah kokpit antara kursi pilot dan kopilot, karena dioperasikan oleh keduanya.

Jumlah tuas throttle juga bergantung pada jumlah mesin di pesawat. Jika pesawat memiliki dua mesin, maka jumlah throttle ada dua. Jika pesawat memiliki empat mesin, jumlah tuas throttle di kokpit juga ada empat.

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap hasil investigasi awal jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu. Sebelum Sriwijaya Air SJ182 jatuh, tuas mesin (throttle) sebelah kiri pesawat tiga kali bergerak mundur.

Kepala Sub-Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Kapten Nurcahyo menyebutkan, pertama kali tuas kiri Sriwijaya Air SJ182 bergerak mundur terjadi tidak lama setelah pesawat lepas landas pada 9 Januari 2021. Sriwijaya Air SJ182 memuat 2 pilot, 4 awak kabin, dan 56 penumpang.

"Setelah tinggal landas, pesawat ini mengikuti jalur penerbangan yang ditentukan, yang diberikan nama ABASA 2D. Kemudian FDR mencatat bahwa pada ketinggian kira-kira 1.980 kaki, autopilotnya mulai aktif atau engage," jelas Nurcahyo.

"Pesawat terus naik dan pada ketinggian kira-kira 8.150 kaki, throttle atau tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri bergerak mundur dan tenaga mesin atau putaran mesin juga ikut berkurang," tandasnya. 

Komentar