Jumat, 05 Juni 2026 | 05:23
NEWS

Sebut Komunisme Tidak Jahat, Wanita Ini Bandingkan Indonesia dengan Vietnam

Sebut Komunisme Tidak Jahat, Wanita Ini Bandingkan Indonesia dengan Vietnam
Dok: TikTok @dianfransiskasari

ASKARA - Jejaring media sosial dikejutkan dengan unggahan seorang wanita pengguna TikTok yang mengatakan komunisme tidak jahat dan tidak merugikan. Dia bahkan memberi contoh Vietnam yang disebutnya negara penganut komunis tapi baik. 

Mengingat Vietnam sebagai salah satu tujuan para solo travelling yang paling diminati. Karenanya dia menilai sistem pemerintah yang diterapkan di sana tidak seburuk yang dipikirkan banyak orang.

"PKI, Partai Komunis Indonesia. Apakah komunisme itu jahat? Kejam? Tentu tidak. Kalian bisa lihat dalam negara Vietnam. Negara Vietnam termasuk negara 10 besar traveler solo atau biasanya orang-orang yang suka travel sendiri mereka tujuannya adalah Vietnam," katanya dalam akun TikTok @dianfransiskasari, dikutip Askara, Kamis (11/2).

Selain itu, wisata kulinernya cukup lezat dan negara Vietnam mampu mengatasi pandemi Covid-19. Dia beranggapan masyarakat di sana tidak mempermasalahkan sistem pemerintahannya.

"Karena di Vietnam itu negara itu damai, nyaman, terus asyik, terus kulinernya juga enak-enak. Aku jadi kangen sama Vietnam," tuturnya.

"Jadi, kulinernya itu enak banget dan di Vietnam itu negara komunisme menerapkan sistem komunisme tapi bahagia-bahagia aja, bisa melawan Corona. Di sana tidak ada pandemi," sambungnya.

Wanita tersebut kemudian membandingkan negara Vietnam yang menganut komunisme dengan Indonesia. Dia juga sempat menyinggung Presiden Soeharto, yang disebutnya licik karena membuat stigma PKI menjadi jahat.

"Dibandingkan Indonesia, jadi komunisme itu cuma untuk menakut-nakuti rakyat. Itulah liciknya Soeharto," ucapnya. 

"Aku bukan dendam sama Soeharto, enggak ya. Cuma ini membahas mengulang lagi supaya kita tuh tau gitu lho kenyataannya tetap seperti apa kejahatan Soeharto. Jadi komunisme itu tidak jahat, tidak merugikan," imbuhnya. 

Unggahan wanita itu mendapat reaksi keras para netizen, karena narasinya itu dinilai menghasut generasi muda dan mempertanyakan tentang latar belakangnya.

"Ini ngambil sumber dari mana ya? Ngeri juga nih Sosmed kalau orang-oramg macam ini dibiarkan eksis dan terus menghasut generasi muda," celetuk akun Instagram @lintas.military.

"Katanya jangan ngambil sumber dari buku sejarah. Ok masih ada tuh saksi hidup kekejaman PKI, bahkan monumennya juga ada. Apakah dia ini ngambil sumber dari anak cucu2 PKI? Ataukah dia sendiri merupakan bagian dari mereka?" tambahnya.

"Semoga pihak berwajib segera mengambil tindakan," tandasnya.

Komentar