Anugerah Kebudayaan PWI: Menghargai Warisan Alam, Budaya dan Kearifan Lokal
ASKARA - Rangkaian puncak kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 mulai digelar 6-9 Februari 2021 di Ancol, Jakarta Utara. Kegiatan itu dilakukan secara luring dan daring.
Presiden Joko Widodo telah menyatakan bersedia hadir dan secara virtual dari Istana Merdeka, pada resepsi puncak 9 Februari 2021, bersama Pemprov DKI Jakarta selaku tuan rumah.
"Event luringnya dengan undangan terbatas, dan protokol kesehatan yang sangat ketat," kata Ketua Panitia Pelaksana HPN 2021, Auri Jaya, Minggu (7/2).
Sebagai wartawan senior, yang peduli seni budaya, bahkan tahun lalu menggelar ulang pertunjukan teater "Panembahan Reso" karya Rendra di Jakarta, Auri Jaya menaruh perhatian khusus pada Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, sejak HPN di Banjarmasin.
Pada waktu itu, dia untuk pertama kalinya menjadi Ketua Panitia Pelaksana HPN. Baginya, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat sejak 2016 dimotori wartawan kebudayaan senior Yusuf Susilo Hartono Pengurus PWI Pusat, merupakan apresiasi dan kolaborasi pers dengan pemimpin daerah pemajuan kebudayaan dan literasi media.
Nantinya 10 bupati/walikota yang dipilih oleh lima orang juri yang kompeten, adalah para pamong yang telah teruji di lapangan, dan menunjukkan berbagai upayanya membangun daerah/kota dengan pendekatan maupun orientasi kebudayaan dan media.
"Sebuah pendekatan maupun orientasi yang berspektif masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang. Menghargai berbagai warisan alam, warisan budaya, nilai-nilai kearifan lokal, dan berbagai kreativitas modern," nilai Auri.

Ketua Panitia Pelaksana HPN 2021, Auri Jaya (Dok Istimewa)
Paling penting sekarang, menurutnya tidak ragu lagi bahkan siap menerima para bupati/walikota sebagai tamu istimewa pada puncak HPN di Ancol.
"Tidak sabar ingin melihat bagaimana ke-10 pemimpin daerah itu mengenakan pakaian adat masing-masing, sebagai bentuk penghormatan atas Kebhinneka Tunggal Ika," tandasnya.
Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 sebelummya bakal digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara namun dipindahkan ke Jakarta. Hal itu berkat Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari selaku Penanggungjawab HPN melobi Gubernur Jakarta Anies Baswedan.
"Alhamdulillah, Gubernur Anies Baswedan menyambut kami dengan tangan terbuka. Meski kami datang bukan pada waktu yang tepat," ucap Auri.
"Kita semua mengetahui, saat itu bahkan sampai kini DKI Jakarta dan tentu juga hampir semua kepala daerah masih harus terus berjuang untuk menghadapi pandemi Covid –19 beserta dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan. Tentu, kami mengucapkan beribu terima kasih kepada Gubernur DKI Anies Baswedan dan seluruh jajarannya," tambah Auri.

Komentar