Kabupaten Bekasi Terima 8920 Dosis Vaksin Tahap Kedua
ASKARA - Pemkab Bekasi menerima sebanyak 8920 dosis Vaksin Sinovac untuk vaksinasi dosis kedua bagi para tenaga kesehatan.
"Sudah kami distribusikan kemarin. Berdasarkan data gudang logistik, ada 8920 dosis vaksin untuk Kabupaten Bekasi," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Jawa Barat Juanita Paticia Fatima di Bekasi, Jumat (5/2).
Nita mengatakan, tambahan vaksin ini untuk melengkapi 12.000 dosis vaksin serupa yang sudah dikirim pada tahap sebelumnya ke Kabupaten Bekasi.
"Sesuai alokasi data yang diusulkan Dinkes Kabupaten Bekasi. Jumlah tenaga medis 10.450 orang ditambah influencer 10 orang menjadi 10.460 orang. Setiap orang mendapat dua dosis dalam dua tahap penyuntikan sehingga vaksin yang dibutuhkan sebanyak 20.920 dosis," jelasnya.
Kepala UPTD Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Eva Yanti mengaku telah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua dari Pemprov Jawa Barat.
"Sudah tiba kemarin pukul 10.00 WIB. Dikemas dalam empat kemasan cool box. Kondisi bagus, kemasan bagus, suhunya juga bagus," katanya.
Eva memastikan, vaksin tersimpan dengan aman di ruang penyimpanan khusus vaksin Covid-19 UPTD Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Jalan Stasiun Nomor 1, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan.
Pihaknya masih menunggu instruksi Dinkes Kabupaten Bekasi untuk pendistribusian vaksin dosis kedua ini ke sejumlah fasilitas kesehatan yang menjadi lokasi vaksinasi.
"Belum dapat alokasi dari dinkes. Saya masih menunggu, kalau dinas sudah beri perintah ya kami distribusikan," kata Eva.
Eva meyakini, pemberian dosis kedua akan dilakukan segera setelah vaksinasi dosis pertama selesai dilakukan.
"Sesuai aturan pemberian dosis yakni 14 hari dari pemberian dosis pertama itu ditambah lagi dosis vaksinnya dengan tujuan menambah kekebalan atau menciptakan booster," jelasnya.
Diketahui, Pemkab Bekasi mulai melakukan vaksinasi tahap pertama pada Kamis (28/1) ditandai pencanangan vaksinasi serentak oleh Bupati Eka Supria Atmaja di Puskesmas Cikarang. (jpnn)

Komentar