Perusahaan Migas Lain Merugi, Pertamina Raup Untung Rp 14 Triliun
ASKARA - Setelah sebelumnya mencatat kerugian sebesar Rp 11 triliun pada semester I 2020, PT Pertamina (Persero) menbalikkan keadaan dengan meraup keuntungan sebesar Rp 14 triliun.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengklaim Pertamina mencatatkan laba bersih US$1 miliar sepanjang tahun 2020. Keuntungan diperoleh berkat sejumlah inisiatif menyikapi adanya kerugian sebelumnya.
“Laba bersih US$1miliar. Upaya yang dilakukan adalah meningkatkan produktivitas hulu migas dan kilang, serta efisiensi di semua bidang yakni pemotongan opex (operational expenditure) 30 persen dan prioritasi anggaran investasi,” kata Nicke, Jumat (5/2).
Menurut Nicke, Pertamina harus berjuang keras di 2020 karena menghadapi triple shock, yaitu rendahnya harga minyak dunia, menurunnya permintaan, dan depresiasi Rupiah.
Pertamina akhirnya menyiasati hal tersebut dengan membeli pasokan minyak dalam jumlah banyak karena harganya sedang turun, dan disimpan gudang darat serta terapung.
Strategi ini terbukti berhasil. Pertamina berhasil untung sementara sebagian besar perusahaan migas mencatatkan kerugian.
Misalnya, Exxon Mobile yang merugi US$22,4 miliar pada tahun 2020. Lalu, British Petroleum yang untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir mencatatkan kerugian hingga US$5,7 miliar.
Begitu juga Chevron yang mengalami kerugian US$5,5 miliar lantaran pandemi Covid-19. Shell juga melaporkan turunnya pendapatan dari US$16,5 miliar di 2019 menjadi US$4,85 miliar di tahun 2020.

Komentar