Fakta di Balik Kabar Darurat Militer di Intan Jaya Papua
ASKARA - Beredar kabar Kabupaten Intan Jaya dalam situasi darurat militer dan masyarakat sipil pun banyak yang mengungsi.
Kabar itu menyebutkan, TNI-Polri melakukan operasi terhadap masyarakat sipil dimana situasi kontak senjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dengan TNI-Polri berlangsung di Kampung Eknemba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Kamis (28/1).
Disebutkan pula, aparat keamanan Indonesia melakukan pemukulan dan memberikan hukuman kepada masyarakat di Kampung Eknemba, Intan Jaya, hal itu terjadi saat situasi kontak senjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dengan TNI.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Askara menyebutkan, bahwa kabar tersebut tidak benar.
"Fakta di lapangan masyarakat di Sugapa, Intan Jaya menjalankan aktivitasnya seperti biasa dengan melaksanakan kegiatan sehari-hari seperti berkebun dan aktivitas lainnya," tulis Dinas Penerangan TNI, Minggu (31/1).
Disebutkan, aktivitas perekonomian masyarakat berjalan normal, dimana di Kampung Dugusiga dan Kampung Soali terlihat aktivitas perdagangan di pasar dan berjalan normal seperti biasa.
"Tidak ada pergerakan masyarakat yang mengungsi keluar dari Sugapa dan sekitarnya. Baik dengan tujuan Nabire maupun Enarotali dan sekitarnya," tambah keterangan tersebut.
Demikian juga dengan situasi di Bandara Sugapa yang berjalan normal dengan intensitas penerbangan berjalan seperti biasa dan tidak ada lonjakan penumpang dalam kurun satu minggu terakhir.
"Kabar yang menyebutkan bahwa Intan Jaya darurat militer dan masyarakat mengungsi gelombang ke II adalah HOAX ATAU TIDAK BENAR. Faktanya dari hasil pemantauan di lapangan masyarakat menjalankan aktivitasnya seperti biasa dan tidak ada pergerakan masyarakat yang mengungsi keluar dari Sugapa dan sekitarnya," demikian keterangan tersebut.

Komentar